Berita

Peneliti dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Aulia Nurhikmah, dalam Bedah Riset bertajuk "Refleksi Usulan Perubahan Nama di Tengah Pembahasan RUU Provinsi Jawa Barat, yang digelar virtual melalui kanal Youtube AP Edutainment, Sabtu (23/7)Repro

Nusantara

Ada Landasan Filosofinya, UIN Bandung Buat Naskah Akademik Perubahan Nama Provinsi Jabar

MINGGU, 24 JULI 2022 | 02:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat yang diusulkan kelompok masyarakat, dan kini telah direspon DPR dengan melakukan penyusunan naskah Rancangan UU (RUU), disambut baik oleh kelompok akademik.

Salah satunya oleh Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang turut memberikan sumbangsih pemikiran dengan membuat naskah akademik terkait perubahan nama Provinsi Jawa Barat ini.

Naskah akademik yang disusun para akademisi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini dibahas dalam acara Bedah Riset bertajuk "Refleksi Usulan Perubahan Nama di Tengah Pembahasan RUU Provinsi Jawa Barat, yang digelar virtual melalui kanal Youtube AP Edutainment, Sabtu (23/7).


Dipaparkan peneliti dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Aulia Nurhikmah, dalam riset yang dia lakukan dalam proses pembuatan naskah akademik pengubahan nama Provinsi Jawa Barat, ditemukan satu landasan filosofis yang bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Sebelum memaparkan landasan filosofis, Aulia mengungkap aspek historis Jawa Barat yang sebelumnya memiliki nama yang berbeda, yaitu "Sunda".

"Secara historis, dalam sebuah dikusi yang dijelaskan Prof. Ganjar Kurnia TH, bahwa pertama yang menentukan nama Sunda (nama daerah sebelum Jawa Barat) adalah Lotte Mos abad kedua," ujar Aulia.

Singkat cerita, lanjut Aulia memapaparkan, setelah Indonesia diakui secara de jure kemerdekaannya pada tahun 1948, Jawa Barat yang saat itu dipimpin oleh seorang Perdana Menteri Pasundan membuat keputusan membubarkan negara Pasundan dan menyatakan Pasundan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dan terakhir (ditambah) lahirnya UU 11/1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Barat," sambung Aulia menjelaskan.

Dari situ, Aulia menjabarkan makna filosofis dari nama daerah "Sunda" yang dipakai sebelum dikeluarkan UU 1/1950.

"Secara filosofis, penamaan Sunda sebagai nilai filosofis berarti heran, bodas, dan sempurna. Sunda dimaknai sebagai nilai hidup bersama yang ekologis, welas asih dan saling menjaga, baik manusia dengan manusia lainnya maupun manusia dengan alam ekologisnya," paparnya.

Tak sampai di situ, Aulia juga menjabarkan pemaknaan aspek filosofis dari penamaan Sunda pada wilayah Jawa Barat.

"Pemahaman sunda secara filosofis itu bersifat inklusif, dan jauh dari primordial, sehingga sebagai nilai dasar pembentukkan masyarakat sunda yang ramah terbuka dan saling tolong-menolong," ungkapnya.

Di samping aspek historis dan filosofis, Aulia juga menyampaikan aspek yuridis tentang pengubahan nama yang diatur di dalam peraturan perundang-undangan yang ada.

Peraturan perundang-undangan yang melegalkan pengubahan nama untuk Jawa Barat di antaranya Peraturan Pemerintah (PP) 78/2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah, PP 2/2021 tentang Penyelenggaraan Rupabumi, serta Peraturan Mendagri 30/2012 tentang Pedoman Pemberian Nama Daerah, Pemberian Nama Ibu Kota, Perubahan Nama Daerah, Perubahan Nama Ibu Kota dan Pemindahan Ibu Kota.

"Penamaan menentukan identitas diri daerah. Tentunya sangat penting Provinsi Jawa Barat menentukan nama yang tempat untuk daerahnya," demikian Aulia.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya