Berita

Evakuasi seorang bayi yang dirawat di Rumah Sakit Pelita Anugerah akibat kebakaran pabrik pupuk di sekitar rumah sakit/RMOLJateng

Nusantara

74 Pasien Rumah Sakit Dievakuasi, 11 di Antaranya Bayi Baru Lahir

JUMAT, 22 JULI 2022 | 09:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Puluhan pasien di Rumah Sakit Pelita Anugerah, Demak dievakuasi akibat kebakaran di pabrik pupuk CV Saprotan Utama, Jumat dini hari (22/7).

Setidaknya, ada 74 pasien rumah sakit dipindahkan ke sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Dari 74 orang, 11 di antaranya merupakan bayi yang baru dilahirkan.

Pengawas Internal Rumah Sakit Pelita Anugerah, Andreas mengatakan, evakuasi puluhan pasien dibantu sejumlah pihak, mulai dari Polres Demak, TNI, dan relawan.


Puluhan pasien tersebut dipindahkan ke RS Sultan Fatah Demak, RSUD Demak, RSWN Kota Semarang, RS Tugu Semarang, dan RS Sultan Agung Semarang.

"Alhamdulillah, semua sudah tertangani dengan baik. Dari pendataan yang kita lakukan, ada beberapa yang sudah dalam kondisi sehat dan memilih untuk pulang ke rumah. Namun, ada 11 bayi yang kita evakuasi dan pindahkan, seluruhnya ke RSWN Kota Semarang," kata Andreas diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Sementara itu, Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, untuk memperlancar proses evakuasi, Polres Demak melakukan rekayasa arus lalu lintas dan memprioritaskan ambulan dengan menutup jalan menuju rumah sakit.

"Selama proses evakuasi, kami lakukan pengalihan arus. Kami tutup dan hanya ambulan yang diperbolehkan melintas. Selain itu, kita kawal hingga ke rumah sakit tujuan pemindahan pasien," terang Kapolres Demak.

Rumah Sakit Pelita Anugerah terdampak kebakaran yang terjadi di Pabrik Pupuk CV Saprotan Utama, lantaran berada di samping lokasi gudang yang terbakar.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya