Berita

Chiedza Community Welfare Trust di Distrik Mutasa, Zimbabwe menjahit pembalut kain reusable untuk anak-anak perempuan agar tetap sekolah saat datang bulan/Today Online

Dunia

Supaya Anak Perempuan Bisa Sekolah Selama Datang Bulan, Ibu-ibu Zimbabwe Gotong Royong Jahit Pembalut

RABU, 20 JULI 2022 | 09:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah kelompok masyarakat di pedesaan Zimbabwe bergotong royong untuk membuat pembalut reuseable agar anak perempuan tidak bolos sekolah saat mereka menstruasi.

Ibu-ibu di Chiedza Community Welfare Trust, di Distrik Mutasa Zimbabwe, mulai menjahit pembalut kain karena menyadari bahwa gadis-gadis setempat bolos sekolah setiap bulan. Itu lantaran mereka tidak mampu membeli pembalut sekali pakai.

"Kalau dihitung dua sampai lima hari per bulan, sekitar 45 hari per tahun waktu sekolah yang terbuang percuma, sehingga kami menyadari perlunya mereka memiliki sumber pembalut yang berkelanjutan,” kata pendiri komunitas, Gladys Mukaratirwa seperti dikutip Reuters pada Selasa (19/7).


Kelompok yang dijalankan oleh sukarelawan wanita tersebut menjual pembalutnya kepada individu dan badan amal di seluruh Zimbabwe untuk dibagikan kepada siswi dan wanita disabilitas.

Sebuah studi oleh SNV Netherlands Development Organization di Zimbabwe mengungkap, kenaikan harga pembalut yang saat ini setara dengan 2 dolar AS atau Rp 29 ribu, mengakibatkan 3 juta anak perempuan Zimbabwe yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak mampu untuk membelinya.

Menurut Kementerian Perempuan dan Pemuda, 67 persen anak perempuan bolos sekolah saat menstruasi karena kurangnya akses ke produk sanitasi dan fasilitas sanitasi bersih. Bahkan, anak perempuan penyandang disabilitas biasanya sama sekali tidak bersekolah.

Badan Statistik Nasional Zimbabwe menyebut pemerintah Zimbabwe telah berusaha menghapus pajak untuk semua produk sanitasi. Tetapi periode kemiskinan semakin diperburuk oleh inflasi yang mencapai lebih dari 191,6 persen.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya