Berita

Dari Kiri, Dullas Alahapperuma, Ranil Wickremesingh dan Anura Kumara Dissanayake/Net

Dunia

Parlemen Sri Lanka Umumkan Tiga Kandidat Calon Presiden

RABU, 20 JULI 2022 | 03:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Parlemen Sri Lanka pada Selasa (19/7) mengumumkan tiga kandidat calon pengganti mantan presiden Gotabaya Rajapaksa yang telah meninggalkan negara itu sejak pekan lalu.

"Penjabat Presiden Ranil Wickremesinghe akan menghadapi mantan menteri pendidikan Dullas Alahapperuma, yang mendapat dukungan dari oposisi utama, dan pemimpin kiri Anura Dissanayake dalam pemungutan suara rahasia pada Rabu (12/7)," ungkap Parlemen Sri Lanka.

Seperti dikutip dari N World, ketiganya secara resmi dicalonkan oleh legislator dalam sesi pertemuan yang berlangsung kurang dari 10 menit di gedung parlemen dengan penjagaan ketat.


Presiden yang terpilih akan mengambil alih negara bangkrut yang sedang dipertimbangkan IMF untuk diberi dana bantuan. Sebab, 22 juta warganya kini mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan yang parah.

Rajapaksa terbang ke Maladewa dan kemudian ke Singapura minggu lalu dan mengundurkan diri karena krisis ekonomi yang memburuk di Sri Lanka.

Pemimpin oposisi Sajith Premadasa menarik diri dari persaingan demi Alahapperuma, seorang anggota pembangkang dari partai SLPP Rajapaksa.

Pejabat Presiden Wickremesinghe, merupakan seorang operator politik veteran yang telah menjabat sebagai perdana menteri sebanyak enam kali dan mendapat dukungan formal dari kepemimpinan SLPP, yang tetap menjadi partai terbesar di 225 anggota Parlemen.

Dissanayake adalah pemimpin kelompok kiri JVP, atau Front Pembebasan Rakyat, yang memiliki tiga kursi di Parlemen. Pemimpin baru akan menjabat selama sisa masa jabatan Rajapaksa, yang berlangsung hingga November 2024.

Sementara itu, mahasiswa dan kelompok lain berencana untuk memprotes keputusan parlemen yang mengajukan Wickremesinghe sebagai salah satu kandidat calon.

Wickremesinghe mengatakan kepada CNN bahwa ia mencalonkan diri sebagai presiden adalah untuk menstabilkan ekonomi negara Sri Lanka yang terancam hancur pada akhir tahun 2023.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya