Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga Hartarto: 95 Persen Kasus Covid-19 di RI Berasal dari Jawa dan Bali

SENIN, 18 JULI 2022 | 18:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hasil evaluasi pemerintah terhadap penyebaran Covid-19 di Indonesia menunjukkan mayoritas kasus yang bertambah berasal dari wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto, dalam jumpa pers usai Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (18/7).

"Penambahan kasus yang tertinggi masih di Jawa dan Bali. Merepresentasikan hampir 95 persen," ujar Airlangga dikutip melalui siaran kana YouTube Sekretariat Presiden.


Kondisi ini berbeda halnya dengan penyebaran Covid-19 di wilayah luar Pulau Jawa dan Bali. Namun beberapa provinsi terlihat mengalami kenaikan secara fluktuatif.

"Kita lihat beberapa untuk di luar Jawa dan Bali kasus relatif masih rendah dan landai, dan yang aktif masih di Sumut, Kalsel, Kaltim, Sumsel, Sulsel dan Kalteng," paparnya.

Khusus untuk tingkat reproduksi virus Covid-19, lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini, relatif melandai dalam 3 minggu terakhir.

"Dari 1,27 (persen) turun 1,26 dan 1,24, dan semua pulau di atas 1. Untuk di luar Jawa-Bali, Sumatera 1,29 (persen), NTT, Kalimantan, Sulawesi 1,18, Maluku dan Papua 1,08," imbuhnya memaparkan.

Kemudian untuk tingkat transmisi virus Covid-19 di komunitas wilayah luar Pulau Jawa dan Bali, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini memastikan hanya satu yang mulai naik.

"Ada di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dan yang lain, dari 385 kabupaten/kota masih di level 1, baik dari BOR (bed occupancy rate) maupun isolasi, masih dalam tingkat memadai," demikian Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Wilayah Luar Pulau Jawa dan Bali ini menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya