Berita

Aksi mogok guru berimbas pada penutupan universitas negeri Nigeria selama 6 bulan/Net

Dunia

Kampus Mogok Enam Bulan, Serikat Pekerja Nigeria Ancam Luncurkan Aksi Protes Selama Dua Hari

SENIN, 18 JULI 2022 | 12:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penutupan universitas negeri selama enam bulan mendapat penentangan dari Kongres Buruh Nigeria (NLC). Dalam pernyataannya pada Minggu (17/7) NLC mengatakan akan memulai aksi protes selama dua hari yang dimulai pada 26 Juli mendatang.

Penutupan universitas dilakukan menyusul aksi mogok kerja oleh para guru dan staf akademik universitas atas ketidaksepakatan gaji yang diterima antara pemerintah dan guru.

"NLC mewakili jutaan pekerja di sebagian besar sektor ekonomi terbesar Afrika, berjanji akan memobilisasi jalannya protes pekerja kepada pemerintah dengan baik dan tertib," ungkap pejabat NLC seperti dilaporkan Reuters pada Senin (18/7).


Aksi pemogokan oleh staf pengajar universitas negeri di Nigeria kerap terjadi. Pemogokan pada tahun 2020 sempat berlangsung selama 9 bulan. Saat ini pemogokan dilakukan oleh Serikat Staf Akademik Universitas yang dimulai sejak 14 Februari lalu.

Para Pekerja di industri minyak dan gas juga telah mengancam untuk bergabung bersama dengan guru untuk melakukan pemogokan. Jika terjadi, maka situasi ini dapat memperburuk kekurangan bahan bakar di Nigeria.

Nigeria menghadapi ketidakamanan yang meningkat menyusul gelombang penculikan, pengangguran yang tinggi, inflasi dan pertumbuhan ekonomi rendah yang dapat memicu kerusuhan.

Di samping itu, pemerintah juga mengalami pendapatan yang rendah dan defisit yang besar, meskipun harga minyak di negara ini terhitung tinggi.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya