Berita

Ekonom Senior Indef, Didik J. Rachbini/Net

Politik

Cara Pemerintah Hindari Krisis Seperti Menaruh Bom Waktu untuk Presiden Selanjutnya

SENIN, 18 JULI 2022 | 11:33 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Krisis pangan dan energi yang saat ini telah menimbulkan tingginya inflasi di berbagai negara di dunia. Meski demikian, kondisi tersebut diyakini belum akan melanda Indonesia.

Menurut ekonom senior Indef, Prof Didik J. Rachbini, saat ini persoalan tersebut "diobati" pemerintah Indonesia dengan gelontoran berbagai subsidi.

"Pemerintah Indonesia kini menyiram subsidi besar-besaran dan mencegat semua kemungkinan inflasi dengan mengorbankan apa saja, sumber daya, menguras APBN, dan berutang besar," kata Didik Rachbini dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/7).


Kendati krisis belum benar-benar terjadi di Indonesia, ia justru khawatir dengan cara kerja pemerintah.

Menurutnya, kebijakan menggelontorkan subsidi secara jor-joran justru akan membahayakan Indonesia di waktu mendatang.

"Cara kebijakan yang sembrono seperti ini berbahaya dan akan menjadi bom waktu di masa mendatang," tegasnya.

Sebab menurut Rektor Universitas Paramadina ini, kebijakan Pemerintahan Jokowi-Maruf seakan melimpahkan beban masalah kepada presiden Indonesia penerusnya.

"Bebannya akan ditimpakan pada presiden yang akan datang. Presiden mendatang akan mendapat beban yang sangat berat dari warisan sekarang," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya