Berita

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr/Net

Dunia

Marcos Jr Minta China Negosiasi Ulang Perjanjian Pinjaman Proyek Kereta Api Era Duterte

MINGGU, 17 JULI 2022 | 09:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr tengah mengupayakan perundingan ulang terkait perjanjian pinjaman untuk proyek kereta api yang dibuat oleh China dengan pendahulunya, Rodrigo Duterte. Perjanjian tersebut bernilai 4,9 miliar dolar AS

Wakil Menteri Perhubungan Cesar Chavez menyebut perjanjian pinjaman bantuan pembangunan untuk tiga proyek dianggap gagal karena pemerintah China gagal bertindak atas permintaan pendanaan yang dibuat semasa pemerintahan Duterte.

Ia mengatakan opsi pendanaan lain juga sedang dipertimbangkan untuk proyek-proyek senilai 276 miliar peso Filipina, termasuk Proyek Kereta Api Subic-Clark, Proyek Jarak Jauh Selatan Kereta Api Nasional Filipina, dan Proyek Kereta Api Davao-Digos.


"Pilihannya termasuk memanfaatkan modal swasta melalui kemitraan publik-swasta," ujar Chavez, seperti dimuat Reuters.

Seorang pejabat China mengatakan pihaknya terbuka untuk berdiskusi dengan pemerintah Filipina.

"Saya dapat mengatakan kerja sama China-Filipina atas perkeretaapian akan berlanjut. China terbuka untuk berdiskusi dengan Filipina," ujarnya.

Data resmi menunjukkan, Filipina memiliki lebih dari 1.100 km jalur kereta api sebelum Perang Dunia II, namun hanya 77 km jalur kereta api yang beroperasi pada 2016. Itu jauh di belakang pusat kota lainnya di seluruh Asia.

Adapun negosiasi untuk proyek kereta api antara Filipina dan China dimulai pada 2018, selama pemerintahan Duterte.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya