Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Indikator Penghubung Pasar

SABTU, 16 JULI 2022 | 14:39 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

SUKU bunga pinjaman bank persero di Indonesia untuk modal kerja, modal investasi, dan konsumsi yang diberikan kepada debitur secara umum menunjukkan tren yang menurun pada periode analisis Januari tahun 2016 hingga April tahun 2022.

Artinya, kondisi pasar kredit relatif semakin kondusif, sekalipun suku bunga pinjaman yang terjadi masih tergolong tinggi dan tidak menganut suku bunga riil negatif.

Indeks Harga Saham Gabungan pada periode analisis yang sama, juga memperlihatkan tren yang meningkat dengan volatilitas secara umum relatif rendah.


Artinya, tidak ada guncangan yang dapat membuat pasar modal di Indonesia berada pada kondisi memburuk, melainkan terjadi peningkatan tambahan modal investasi pada perusahaan swasta dan BUMN yang telah melakukan go public.

Potensi instabilitas pada indikator penghubung pasar antara ekspor dan impor mulai terlihat pada guncangan volatilitas berdasarkan perkembangan kurs tengah nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS pada periode analisis yang sama di atas. Juga atas guncangan pada laju inflasi year on year, yang secara bergelombang meningkat.

Potensi terbentuknya guncangan krisis ekonomi dari mekanisme transmisi pasar global terlihat secara spot pada kurs tengah nilai tukar mata uang sebagai konsekuensi dari sistem perekonomian terbuka. Juga sudah masuk melalui mekanisme harga konsumen yang mulai melebihi ambang batas target inflasi 3 plus minus 1 (persen).

Akan tetapi guncangan nilai tukar rupiah hari ini masih lebih rendah dibandingkan posisi 27 Maret tahun tahun 2020 yang terdepresiasi hingga Rp 16.100 per dolar AS.

Artinya, fundamental perekonomian Indonesia saat masih relatif kuat dalam menahan transmisi impor laju inflasi tinggi dari luar negeri, seperti dari Amerika Serikat, yang laju inflasi tingginya mencapai sebesar 8,8 persen year on year per Juni tahun 2022.

Persoalannya adalah depresiasi nilai tukar rupiah dan laju inflasi itu perlu dijaga terhadap manuver keras dari para spekulator di pasar komoditas untuk uang dan komoditas lainnya ke pasar sektor riil, agar sesuai target UU APBN. Untuk hal itu, pengorbanan yang dilakukan adalah dengan melakukan intervensi pasar sedemikian rupa.

Akibat intervensi ke pasar uang dan pasar sektor riil tersebut, telah membuat turunnya cadangan devisa dari 8,4 per triwulan II tahun 2020 menjadi 6,96 per triwulan I tahun 2022.

Jumlah cadangan devisa tadi setara untuk lama bulan impor dan pembayaran hutang luar negeri pemerintah.

Oleh karena itu dinamika volatilitas kegiatan spekulasi di pasar uang dan bursa komoditas pasar spot dan kontrak berjangka future perlu dijaga, agar tidak mempercepat terbentuknya krisis moneter dan krisis ekonomi di Indonesia.

Peneliti Indef dan Pengajar Universitas Mercu Buana

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya