Berita

India peringatkan sektor PVT nya untuk menjauhi proyek PCC yang didanai China pada Rabu (13/7)/news on sight/Net

Dunia

India Desak Sektor PVT Jauhi Proyek Port City Colombo yang Didukung China

JUMAT, 15 JULI 2022 | 11:22 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

India menyatakan penolakannya untuk terlibat dalam proyek Port City Colombo (PCC) yang didukung China senilai 14 miliar dolar AS pada Rabu (13/7).

Pihaknya juga mengingatkan kepada pemangku kepentingan swasta (PVT) India untuk tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan proyek tersebut karena dianggapnya berbahaya untuk kelangsungan negara India.

Seperti dikutip dari The Print, India khawatir dengan yurisdiksi ekstra-teritorial dan longgarnya kebijakan dalam proyek PCC yang ditakutkan menjadi pusat pencucian uang dan kegiatan pelanggaran hukum lainnya.


Di samping itu, proyek PCC juga dikhawatirkan menyaingi Gujarat International Finance Tec (GIFT) yang akan menjadi kawasan bisnis pertama di India dengan pusat dan zona ekonomi khusus untuk layanan keuangan domestik dan internasional.

Mantan komisaris tinggi untuk Sri Lanka dan duta besar China Ashok K. Kantha, mengungkapkan kewaspadaan India terhadap PCC karena penyedia dana proyek yaitu China Harbour Engineering Company (CHEC), merupakan anak dari perusahaan China Communications Construction Company yang memimpin proyek ambisius belt and road initiative.

Dia mencontohkan proyek lain seperti pelabuhan Hambantota yang telah diambil alih oleh perusahaan China dengan sewa 99 tahun karena Pemerintah Sri Lanka tidak dapat membayar utang untuk proyek yang merugi yang secara ekonomi tidak layak.

Proyek PCC bertujuan untuk membangun perumahan, ritel dan bisnis di atas tanah reklamasi seluas 269 hektar yang dikembangkan sebagai perpanjangan dari Kawasan Pusat Bisnis Kolombo.

China telah menginvesatikan 14 miliar dolar AS untuk PCC dan menjadi investasi asing langsung terbesar di Sri Lanka sejak tahun 2014.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya