Berita

Dua Atase Pertahanan China dikawal keluar ruangan dalam forum pertemuan Kepulauan Pasifik pada Rabu (13/7)/Net

Dunia

Polisi Usir Dua Atase Pertahanan China dari Forum Kepulauan Pasifik

JUMAT, 15 JULI 2022 | 11:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dua atase pertahanan China dikeluarkan dari Forum Kepulauan Pasifik oleh polisi Fiji pada Rabu (13/7), di tengah penyampaian pidato virtual oleh wakil presiden AS, Kamala Harris.

Seperti dikutip dari The Guardian, kedua orang itu duduk bersama kontingen media, tetapi satu di antaranya teridentifikasi sebagai pejabat kedutaan China oleh seorang jurnalis Fiji, Lice Movono.

Movono mengatakan dia mengenalinya karena telah bertemu dan berinteraksi dengannya setidaknya tiga kali, termasuk selama kunjungan menteri luar negeri China, Wang Yi, ke Suva bulan lalu.


“Dia adalah salah satu orang yang menyingkirkan kami (wartawan) bulan lalu saat mencoba mewawancarai Wang Yi,” katanya.

Oleh sebab itu, Movano mendatangi orang tersebut dan bertanya apakah ia datang ke forum sebagai pejabat kedutaan China atau sebagai wartawan Xinhua (kantor berita China).

"Dia menggelengkan kepalanya seolah-olah menunjukkan bahwa dia tidak mampu berbicara bahasa Inggris," ungkapnya.

Akhirnya Movono memberi tahu kepada pihak petugas protokol dan polisi Fiji yang kemudian mengawal kedua pria itu keluar dari ruangan.

Sumber-sumber diplomatik mengkonfirmasi bahwa kedua orang tersebut merupakan atase pertahanan dan wakil atase pertahanan dari China, dan bagian dari kedutaan besar China di Fiji.

Insiden itu terjadi setelah meningkatnya keterlibatan China di kawasan dalam beberapa bulan terakhir yang turut meningkatkan ketegangan di Forum Kepulauan Pasifik tahun ini.

Sama halnya dengan AS, China merupakan negara mitra Kepulauan Pasifik. Namun China tidak diberikan kehormatan yang sama dengan AS, karena tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri pertemuan dialog pasca-forum.

Pihak Kepulauan Pasifik meyakini bahwa China akan menggunakan pertemuan tersebut untuk memperkenalkan kembali versi baru dari kesepakatan ekonomi dan keamanan yang dipresentasikan kepada 10 pemimpin Pasifik bulan lalu, tetapi ditolak.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya