Berita

Ekonom senior Rizal Ramli/Net

Politik

Berpotensi Seperti Sri Lanka, RR Bongkar Kemampuan Indonesia Bayar Utang

KAMIS, 14 JULI 2022 | 20:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gejolak politik yang terjadi di negara tetangga Indonesia, Sri Lanka, berpotensi juga bakal terjadi di dalam negeri, jika melihat kondisi ekonomi nasional kekinian.

Hal tersebut diungkap mantan Menko Ekuin era Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Rizal Ramli, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (14/7).

Menurut Rizal Ramli, kondisi ekonomi Indonesia hampir mirip dengan Sri Lanka. Sebagai tolak ukurnya, dia menggunakan indikator debt to service ratio (DSR).


DSR alias rasio utang terhadap pendapatan merupakan satu istilah di dalam pengelolaan keuangan atau fiskal.

"Indikator paling baik untuk menjelaskan kemampuan bayar utang suatu negara adalah Debt Service Ratio," ujar Rizal Ramli.

Rizal memaparkan, DSR menjadi indikator paling tepat dalam mengukur kemampuan bayar utang lantaran menghitung beban pembayaran bunga dan cicilan pokok utang yang dibagi dengan jumlah penerimaan ekspor.

Berdasarkan data yang dia peroleh dari website resmi Bank Dunia (World Bank), DSR Indonesia tak begitu jauh berbeda dengan DSR Sri Lanka yang berada pada kisaran 39,3 persen.

"Perhatikan (data Bank Dunia), Indonesia relatif dekat dengan Sri Lanka! Batas aman DSR itu adalah 25 persen. Indonesia jauh diatas 20 persen. Saat ini 41,4 persen (tapi data Bank Dunia 36,7 persen)," paparnya.

Selain itu, pemilik akronomi RR ini juga memaparkan interest
coverage ratio to income
cenderung meningkat.  Hal ini mengindikasikan porsi beban utang terhadap penerimaan dalam negeri atau income kerentanannya meningkat.

Sebagai tolok ukurnya, Rizal Ramli memaparkan rasio penerimaan perpajakan terhadap produk domestik bruto (PDB), atau disebut juga dengan tax ratio Indonesia.

Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini melihat, tax ratio Indonesia jauh lebih rendah dibanding Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi atau Organization of Economic Co-operation and Development (OECD).

"Rata-rata tax ratio OECD 33,5 persen sehingga masih mampu ngutang sampai 86 persen GDP (PDB). Indonesia tax ratio nya hanya 8,5 persen GDP, terendah di ASEAN-(urutan) 5," ungkapnya.

Maka dari itu, jika dalam struktur APBN penerimaan pajak sebagai salah satu sisi pendapatan negara didapati memiliki celah yang negatif, maka menunjukkan penerimaan negara saat ini masih terlalu rendah untuk menstabilkan rasio utang. Itu pun dengan asumsi rasio utang tidak berubah.

"Cicilan pokok utang RI Rp 400 triliun + Cicilan Bunga Rp 405 triliun. Buat bayar bunga saja mesti ngutang lagi. Gali lobang tutup Jurang! Makanya semua tarif, pajak rakyat harus dinaikkan. Pejabat yang ndablek, rakyat yang harus bayar," cetus Rizal Ramli menutup.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya