Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bawaslu Temukan Data Pemilih yang Dimutakhirkan KPU per Juni Belum Masukkan Kelompok Rentan

KAMIS, 14 JULI 2022 | 17:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemutakhiran data pemilih yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Juni 2022, atau disebut Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Semester I-2022, belum memasukkan sejumlah kelompok pemilih.

Hal tersebut menjadi temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berdasarkan hasil pengawasan terhadap DPB Semester I-2022.

"Hasil pengawasan Bawaslu terhadap Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) menujukkan data beberapa kelompok rentan belum tercatat," ujar anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/7).


Lolly memaparkan, setidaknya ada dua kelompok pemilih rentan yang belum dimasukkan KPU dalam DPB Semester I-2022.

"Di antaranya adalah, pemilih di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan data disabilitas," imbuhnya membeberkan.

Lebih rinci, Lolly mengungkap data pemilih lapas di 14 provinsi di Indonesia belum dikoordinasikan oleh KPU.

"Padahal, pemutakhiran daftar pemilih di lapas penting untuk pemberian hak pilih bagi warga lapas," sambungnya menegaskan.

Khusus untuk kelompok rentan disabiltas, Bawaslu menemukan keluputan KPU dalam mengkoordinasikan data pemilih yang memiliki hak untuk Pemilu Serentak 2024.

"Pada Berita Acara Rekapilutasi DPB, KPU belum mencantumkan jumlah pemilih disabilitas. Lebih jauh, hasil pengawasan Bawaslu KPU belum melakukan koordinasi secara maksimal mengenai data pemilih disabilitas dengan kementerian/lembaga yang menangani data disabilitas," tegas Lolly.

"Koordinasi penting dilakukan untuk memetakan tempat pemungutan suara (TPS) yang aksesibel bagi pemilih disabiltas dan ketersedian templat braile surat suara," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya