Berita

Ilustrasi narkoba/Net

Politik

BNN Tangkap Empat Oknum TNI-Polri yang Terlibat Peredaran 3 Kuintal Narkotika

KAMIS, 14 JULI 2022 | 12:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peredaran narkotika di dalam negeri selama sebulan terakhir berhasil ditindak Badan Narkotika Nasional (BNN). Bahkan, ditemukan keterlibatan aparat TNI dan Polri aktif di dalamnya.

Kepala Deputi Berantas BNN, Irjen Kennedy menyampaikan temuan tersebut dalam jumpa pers di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/7).

Kennedy menjelaskan, ada 11 kasus peredaran narkoba yang ditemukan pihaknya pada periode Juni hingga Juli 2022 ini.


"Jumlah barang bukti narkotika mencapai 3 kuintal," ujar Kennedy.

Dari total tersebut, dia merinci jumlah narkotika yang disita terdiri dari dua jenis. Pertama, narkotika jenis sabu ditemukan sebanyak 1,19 kuintal. Sementara jenis narkotika kedua adalah ganja yang ditemukan sebanyak 1,81 kuintal.

"Itu (ditemukan) dari 22 orang tersangka yang berhasil diamankan dan 3 orang lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang," sambungnya memaparkan.

Namun dari jumlah total tersangka itu, Kennedy mengatakan bahwa ada oknum aparat penegak hukum, yakni dari TNI dan Polri yang ikut terlibat di peredaran narkotika ini.

"Dari puluhan tersangka itu terdapat empat orang di antaranya merupakan aparat penegak hukum status aktif, terlibat dalam peredaran gelap narkotika tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Kennedy merinci latar belakang 4 oknum aparat penegak hukum yang terlibat tersebut.

"Tiga oknum di antaranya anggota TNI dan satu oknum anggota Polri," demikian Kennedy.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya