Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Polisi Tembak Polisi, CCTV Mati Duluan

KAMIS, 14 JULI 2022 | 10:47 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

KASUS polisi tembak polisi, melebar ke soal CCTV. Ketua RT setempat, Mayjen Pol (Purn) Seno Sukarto. kepada pers, Rabu, 13 Juli 2022, mengatakan, polisi mengganti alat CCTV di pos Satpam dekat TKP. "Diganti," ujarnya.

Penggantian Sabtu, 9 Juli 2022. Sedangkan kejadian polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nopriansah Yosua Hutabarat, ditembak Bharada E, terjadi Jumat, 8 Juli 2022.

Mayjen (Purn) Seno: "Tapi, yang diganti bukan CCTV yang di dalam rumah Pak Sambo, tempat kejadian, ya. Melainkan, alat CCTV di pos. Saya tahunya hari Senin (11 Juli 2022) diberitahu Satpam."


Dilanjut: "Saya tanya sama Satpam, ya dia aja enggak tahu saat diganti yang baru, alatnya ininya itu, ya mungkin karena semua CCTV sini kan pusatnya di pos keamanan."

Seno mengaku, ia selaku Ketua RT tak diberitahu oleh penyidik tentang kejadian itu. Setidaknya laporan kepada Ketua RT. Seno tahu kejadian itu dari YouTube.

Dilanjut: "Sampai sekarang saya ketemu (dengan penyidik) saja nggak. Terus terang saya juga kesal, ya. Saya ini dianggap apa sih? Maaf saja, saya ini jenderal loh, meskipun sekarang RT."

Seno Sukarto kelahiran 1938. Ketika masih berdinas di Polri, Seno pernah menjabat 2 kali sebagai Kapolda. Yakni, Kapolda Aceh dan Kapolda Sumatera Utara.

Seno bercerita, ia merupakan angkatan 9 Rajawali. Jabatan terakhirnya sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena Kapolri). Dari 1991 sampai 1996. Ketika, Kapolri dijabat Jenderal Kunarto. Berlanjut, ia tetap menjabat itu, saat Kapolri berganti ke Jenderal Banurusman Astrosemitro.

Sebagai pensiunan perwira tinggi, ia paham, polisi harus memberitahu ketua lingkungan (Ketua RT) jika terjadi peristiwa kriminal. Jadi, ia merasa dilewati.

Seno tidak bicara lain, selain CCTV.

Yang bicara CCTV, dimulai dari tante korban, Brigadir Nopriansah Yosua Hutabarat (biasa dipanggil Yosua) bernama Roslin.

Ketika jenazah Yosua diterbangkan ke Jambi dari Jakarta dengan pesawat kargo, pihak keluarga Yosua langsung minta rekaman CCTV.

Keterangan Roslin dibenarkan ayah Yosua, Samuel Hutabarat, kepada wartawan: "Pada saat itu saya meminta rekaman CCTV agar bisa melihat peristiwa sebenarnya. Dijawab petugas, CCTV tidak mengarah ke lokasi kejadian."

Kemudian, Samuel membaca berita tentang kematian anaknya dari media massa dari hasil konferensi pers. Di situ diberitakan, bahwa CCTV sudah rusak, dua pekan sebelum kejadian.

Samuel: "Ini 'kan aneh! Kepada saya dibilang, CCTV ada tapi tidak mengarah ke lokasi baku tembak. Kemudian di Jakarta dibilang lagi, CCTV sudah mati dua minggu lalu."

Sedangkan, Anggota DPR RI, TB Hasanuddin, yang punya latar belakang militer dengan segudang pengalaman, memastikan luka sayatan di tubuh Yosua Hutabarat itu tidak mungkin dari peluru.

Hasanuddin: "Peluru itu 'kan panas (saat ditembakkan). Kalau nyerempet, ya lukanya luka bakar. Bukan sayat."

Hasanuddin menyoal pangkat dua polisi yang baku tembak. Bharada E disebutkan sebagai ajudan Irjen Ferdy Sambo. Dan, Brigadir Yosua sebagai sopir isteri Irjen Ferdy.

Hasanuddin: "Itu kebalik. Sopir yang seharusnya Bharada, untuk ajudan pangkatnya Brigadir."

Juga, disebutkan bahwa saat kejadian, Ferdy Sambo sedang tidak berada di rumah. Tapi ajudannya malah di rumah. "Harusnya ajudan selalu ikut pergi bersama Sambo."

Tapi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan telah membentuk tim khusus untuk kasus ini. Timsus itu dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Juga melibatkan Kompolnas dan Komnas HAM.

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus naik dari hasil survei, setahun ini. Tentunya, Polri akan berusaha mengungkap kasus kecil ini secara terbuka. Agar tidak muncul isu liar.

Penulis adalah wartawan senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya