Berita

Kapal perusak Amerika Serikat, USS Benfold/Net

Dunia

Walau Diusir China, AS Tak Gentar dan Lanjutkan Operasi Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

RABU, 13 JULI 2022 | 19:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat (AS) mengaku tidak gentar dengan kecaman China atas operasi kebebasan navigasi yang dilakukan oleh kapal perusak USS Benfold di Kepulauan Paracel, Laut China Selatan.

Angkatan Laut AS pada Rabu (13/7) menegaskan bahwa operasi yang dilakukan oleh USS Benfold sesuai dengan hukum dan norma internasional. Operasi tersebut merupakan Freedom of Navigation Operation (FONOP).

Hal itu disampaikan ketika Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengaku telah mengusir USS Benfold dari wilayah yang mereka klaim disebut sebagai Kepulauan Xisha.


Kementerian Pertahanan China mengatakan fregat Tipe 054A Xianning telah membayangi Benfold selama operasi tersebut.

"Kapal angkatan laut Amerika secara ilegal masuk tanpa izin ke laut teritorial Xisha China tanpa izin dari pemerintah China," kata jurubicara Komando Teater Selatan PLA, Kolonel Tian Junli.

Tian mengatakan AS telah merusak perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, serta melanggar hukum internasional.

Menanggapi pernyataan tersebut, Cdr. Hayley Sims dari Armada ke-7 AS mengatakan operasi tersebut sesuai dengan hukum internasional di perairan internasional.

“Semua interaksi dengan pasukan militer asing sesuai dengan norma-norma internasional dan tidak berdampak pada operasi,” ujarnya, seperti dimuat Newsweek.

"Pernyataan RRC tentang misi ini tidak benar," tegas Sims.

Operasi pada 13 Juli merupakan FONOP ketiga yang dilakukan AS di Laut China Selatan, yang semuanya melibatkan USS Benfold. Dua operasi lainnya dilakukan di Kepulauan Spratlu pada 18 Januari dan Kepulauan Paracel pada 20 Januari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya