Berita

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump, John Bolton/Net

Dunia

Mantan Penasihat Keamanan Trump, John Bolton Akui Bantu Rencanakan Kudeta di Negara Lain

RABU, 13 JULI 2022 | 17:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump, John Bolton, mengaku telah membantu merencanakan kudeta di negara lain.

Hal itu ia ungkap ketika melakukan wawancara dengan Jake Tapper dari CNN pada Selasa (12/7). Ia juga menyebut kerusuhan 6 Januari 2021 di Capitol Hill juga merupakan upaya kudeta yang gagal.

"Sebagai seseorang yang telah membantu merencanakan kudeta, bukan di sini (AS, tetapi di tempat lain, itu membutuhkan banyak pekerjaan," ujarnya.


Bolton tidak merinci upaya kudeta di negara mana yang ia bantu. Namun selama menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump dari 2018-2019, ia menganjurkan intervensi militer AS di Venezuela.

Menurut Bolton, kerusuhan di Capitol Hill 6 Januari 2021 bukan merupakan serangan terhadap demokrasi AS. Itu lantaran kerusuhan tidak bertujuan untuk menggulingkan konstitusi, alih-alih mengulur waktu.

"Ini adalah kejadian sekali seumur hidup," ucapnya.

Bolton bertugas di Departemen Kehakiman dan Negara AS selama tiga pemerintahan Republik, dimulai dengan pemerintahan Ronald Reagan pada 1980-an.

Dia menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB di bawah mantan presiden George W. Bush.

Bolton juga dikenal mendorong invasi AS ke Irak dan telah menyuarakan dukungan untuk membom Iran dan Korea Utara.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya