Berita

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani/Net

Politik

Politikus Demokrat: Apa yang Dilakukan Zulhas Sama Seperti Perlakuan Jokowi ke Anaknya

RABU, 13 JULI 2022 | 13:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Video viral Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkfli Hasan atau Zulhas yang membagi-bagikan minyak goreng (migor) disertai ajakan memilih putrinya pada Pilkada 2024 mendatang menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan masyarakat.

Dalam pandangan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, wajar publik geram dengan aksi Mendag Zulhas membagi-bagikan migor diselingi kampanye anaknya. Sebab, migor saat ini menjadi komoditi sensitif yang tengah ditangani Kemendag.

“Tentunya hal yang memalukan dan tidak patut bagi seorang pejabat negara apalagi Menteri Perdagangan. Ini sangat disayangkan. Publik membacanya sebagai penyalahgunaan kekuasaan karena mendahulukan kepentingan pribadi di atas tugas,” kata Kamhar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (13/7).


Namun demikian, Kamhar menyebut kampanye Mendag Zulhas di sela-sela kegiatannya untuk sang puteri tidak jauh berbeda dangan apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Jokowi mendorong anak dan menantunya hingga menjabat kepala daerah.

“Bedanya, Pak Zulhas memakai tangannya sendiri, sementara Pak Jokowi menggunakan tangan para pembantunya,” tegasnya. “Ini menjadi contoh buruk dalam ikhtiar pendewasaan demokrasi oleh penguasa.”

Atas dasar itu, Kamhar meminta Mendag Zulhas untuk fokus saja terhadap apa yang seharusnya dilakukan di pos kementeriannya. Terutama mengenai harga minyak goreng curah yang sangat dibutuhkan rakyat Indonesia.  

“Pak Zulhas mestinya fokus mengatasi persoalan minyak goreng, bukan hanya pada harga dan ketersediaan migor tapi juga harga Tandan Buah Sawit yang anjlok sampai kurang dari Rp 1000 per kg, ini sangat memukul petani sawit. Menjadi ironi ketika harga minyak goreng dan minyak sawit dunia sedang tinggi namun petani malah merugi. Dibandingkan dengan petani sawit Malaysia harga TBS bisa 4 kali lipatnya,” ujarnya.

“Sebaiknya Pak Zulhas fokus memperbaiki kesalahan kebijakan Pak Jokowi yang menghentikan ekspor beberapa waktu yang lalu yang telah berimbas pada penyengsaraan petani sawit. Semestinya bersuka malah menjadi berduka akibat kebijakan Pak Jokowi yang tak  tepat dan tak berdasar kajian yang memadai,” demikian Kamhar.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya