Berita

Petronas/Net

Dunia

Petronas Malaysia Tegas Lawan Penyitaan Aset oleh Luksemburg

RABU, 13 JULI 2022 | 12:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perusahaan minyak milik Malaysia, Petronas, akan mempertahankan stasus hukumnya setelah dua anak perusahaannya disita oleh Luksemburg.

Petronas menyebut unit perusahanya di Azerbaijan (Shah Deniz) dan Kaukasus Selatan pada Senin (11/7) dilayani dengan "Saisie-arret" setelah adanya surat perintah penyitaan oleh juru sita pengadilan di Luksemburg.

Seperti dikutip dari The Straits Times, perintah penyitaan yang dilayangkan Luksemburg dianggap tanpa dasar oleh Petronas. Sebab unit tersebut sebelumnya telah mendivestasikan aset mereka di Azerbajian dengan hasil yang sudah dipulangkan.


Financial Times melaporkan, unit-unit itu disita oleh keturunan mendiang Sultan Sulu, berkaitan dengan perjanjian yang telah ditandatangani sejak 144 tahun lalu.

Penyitaan ini muncul setelah Pengadilan Arbitrase Prancis pada Februari lalu yang memerintahkan Malaysia untuk membayar 14,9 miliar dolar AS kepada ahli waris terakhir Sultan Sulu untuk menghormati kesepakatannya dengan sebuah perusahaan perdagangan Inggris pada 1848 atas penggunaan wilayah Sabah, Malaysia.

Setelah kemerdekaanya dari Inggis, Malaysia tetap membayar sejumlah uang kepada ahli waris setiap tahun. Tetapi pembayaran dihentikan pada tahun 2013, setelah Malaysia berargumen bahwa tidak ada yang memiliki hak atas Sabah karena itu adalah wilayah kekuasaanya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya