Berita

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat/RMOL

Politik

Jazilul Fawaid: DOB Bukan Masalah karena PKB Sudah Akrab di Telinga Orang Papua

RABU, 13 JULI 2022 | 12:36 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemekaran wilayah Provinsi Papua bukan masalah serius bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam meraup suara pada Pemilu 2024.

"Enggak sulit kalau DOB (daerah oonomi baru). Karena DOB-nya ada di Papua," ujar Waketum PKB, Jazilul Fawaid saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di Kantor KPU, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (12/7).

Sosok yang kerap disapa Gus Jazilul ini mengatakan, sudah mempersiapkan instrumen pendaftaran peserta pemilu di daerah pemekaran Papua, meski ada 3 DOB.


"PKB sudah antisipasi. Pertama bentuk struktur di DOB. Kedua membuat kantor dan kebetulan DOB itu adanya di Papua," paparnya.

Keyakinan PKB tersebut dalam memenuhi persyaratan pendaftaran peserta pemilu di 3 DOB Papua, diungkap Gus Jazilul, karena telah memiliki basis kekuataan di bumi cendrawasih tersebut.

"PKB di Papua itu sampai hari ini partai yang akrab di telinga orang Papua, dan memang PKB berbuat untuk Papua," katanya.

Untuk saat ini, lanjut Wakil Ketua MPR RI ini, PKB sudah menjalani proses pra pendaftaran di KPU. Yakni, mengisi dokumen persyaratan peserta pemilu melalui sistem informasi partai politik (Sipol).

"Alhamdulillah PKB sudah lengkapi semuanya," demikian GUs Jazilul menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya