Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

Belajar dari Sri Lanka, PKS Minta Pemerintah Tinjau Ulang Proyek IKN

RABU, 13 JULI 2022 | 09:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka perlu jadi pembelajaran berarti bagi negara-negara di kawasan Asia, tanpa terkecuali Indonesia.

Meskipun ada banyak faktor yang mengakibatkan Sri Lanka ambruk, akan tetapi Indonesia harus tetap berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan sektor ketahanan ekonomi.

Demikian disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat berbincang dangan Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu di Jakarat, Rabu (13/7).


“Indonesia mesti berhati-hati. Kondisi global sedang tidak sehat. Perlu prudent,” kata Mardani.

Mardani juga mengingatkan pemerintah soal pembangunan infrastruktur Ibulota Negara (IKN) yang memakan uang negara banyak. Menurut mereka proyek ini perlu ditinjau ulang guna mengantisipasi ketahanan ekonomi nasional usai pandemi Covid-19.

“Proyek besar seperti IKN perlu ditinjau ulang. Arahkan anggaran dan program untuk jaga masyarakat. Setelah dihantam pendemi, ancaman inflasi dan resesi kian dekat,” tuturnya.

Untuk itu, anggota DPR RI Fraksi PKS ini meminta pemintal untuk berhati besar dengan mengedepankan kepentingan rakyat yang berjangka panjang ketimbang memaksakan kehendak proyek IKN.

“Jadilah ayah yang punya hati dengan menjaga kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya