Berita

Gedung Mahkamah Konstitusi/Net

Politik

Waketum Garuda: Siapa Sebenarnya Ingin Presidential Threshold Dihapus?

SELASA, 12 JULI 2022 | 22:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tuduhan bahwa oligarki berada di balik keputusan Mahakamah Konstitusi (MK) yang menolak menghapus ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold, bisa jadi tidak tepat.

Tetapi, kata Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi, menuduh oligarki bermain dalam setiap keputusan hukum seperti menjadi tren belakangan ini.

"Saat ini lagi tren, ketika MK menolak penghapusan presidential threshold, mereka menuduh bahwa ini keinginan kaum oligarki," kata Teddy kepada wartawan, Selasa (12/7).

Padahal, lanjutnya, presidential threshold yang pertama kali ada pada Pemilu 2004, dibuat berdasarkan konsensus politik bersama rakyat.

Sehingga, dia tidak habis pikir ketika sekarang ada sekelompok elemen tertentu yang kemudian menolak dan meminta presidential threshold dihapus.

"Dulu, atas nama rakyat, mereka membuat, menyetujui dan mendukung presidential threshold. Sekarang, atas nama rakyat, mereka mendadak anti presidential threshold," terangnya.

"Jadi sebenarnya keinginan rakyat itu yang mana? Atau ini keinginan pribadi dengan mengatasnamakan rakyat?" terangnya.

Teddy tidak ingin, keputusan presidential threshold ditolak dihapus karena tidak cukupnya argumen lantas yang disalahkan adalah MK dengan tuduhan adanya peran oligarki.

"Ibarat orang yang tidak pandai menari, lalu lantai yang disalahkan. Inilah yang terjadi saat ini," tandasnya.

Populer

Kaki Kanan Aktor Senior Dorman Borisman Dikubur di Halaman Rumah

Kamis, 02 Mei 2024 | 13:53

Ketua Alumni Akpol 91 Lepas Purna Bhakti 13 Anggota

Minggu, 05 Mei 2024 | 17:52

Bey Pastikan Kesiapan Pelaksanaan Haji Jawa Barat

Rabu, 01 Mei 2024 | 08:43

Kantongi Sertifikasi NBTC, Poco F6 Segera Diluncurkan

Sabtu, 04 Mei 2024 | 08:24

Pj Gubernur Jabar Ingin Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Sempurna

Kamis, 02 Mei 2024 | 03:58

Jaksa KPK Ungkap Keterlibatan Orang Tua Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor dalam Kasus Gazalba Saleh

Senin, 06 Mei 2024 | 13:05

Pj Gubernur Jabar Minta Pemkab Garut Perbaiki Rumah Rusak Terdampak Gempa

Senin, 29 April 2024 | 01:56

UPDATE

Jokowi Keluhkan Peredaran Uang yang Semakin Kering, Ekonom: Akibat Utang yang Ugal-ugalan

Rabu, 08 Mei 2024 | 17:05

Butuh 35.242 Dukungan bagi Calon Perseorangan Maju di Pilwalkot Cimahi

Rabu, 08 Mei 2024 | 17:01

Kemendag Amankan Satu Kapal Tanpa Kelengkapan Dokumen Impor di Palembang

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:58

Mardani Dukung Sikap Oposisi Ganjar: Itu Ksatria!

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:55

Google Pixel 8A Resmi Dirilis, Dibanderol Mulai Rp8 Jutaan

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:44

Wakapolda Aceh Armia Fahmi Daftar Bacalon Bupati Atam Lewat Nasdem

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:39

Pakar: Sosok Menkeu yang Baru Baiknya Berlatar Belakang Teknokrat Dibandingkan Politisi

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:33

Satgas Catur Bais TNI Berhasil Gagalkan Penyelundupan Pakaian Bekas di Sebatik

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:32

Militer Taiwan Bersiap Hadapi Ancaman China Jelang Pelantikan Presiden

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:31

BTN Relokasi Kantor Cirebon

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:09

Selengkapnya