Berita

Anggota Legislatif Para Nasdem Muhammad Farhan, dalam diskusi virtual Teras Politik (Terpol) Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Menilik Ulang Keamanan Presiden", Selasa (12/7)/Repro

Politik

Farhan Nasdem Sebut Jokowi Bukan Menir Belanda, Kenapa?

SELASA, 12 JULI 2022 | 20:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gaya Presiden Joko Widodo yang selalu mendekat ke rakyat pada banyak kesempatan, dan seolah menafikan keamanan diri sendiri sebagai pemimpin pemerintahan, mendapat pujian.

Pujian tersebut disampaikan Anggota Legislatif Para Nasdem Muhammad Farhan, dalam diskusi virtual Teras Politik (Terpol) Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Menilik Ulang Keamanan Presiden", Selasa (12/7).

Farhan tak bisa memungkiri bahwa sikap acuh tak acuh sistem keamanan yang ketat oleh Jokowi mendapat kritikan, karena dalam beberapa kali kunjungan kerja (kunker) ke daerah terlihat tidak bersekat dengan rakyat, bahkan selalu membagikan bingkisan.


"Beberapa pengkritiknya mengatakan Pak Jokowi tidak ada bedanya dengan menir-menir Belanda yang sering bagi-bagi hadiah dan meliat rakyatnya berebut hadiah," ujar Farhan.

Tapi bagi Nasdem, kata Farhan, gaya Jokowi di tempat terbuka tidak seperti demikian. Lebih dari itu, Farhan pernah memiliki pengalaman dengan Jokowi dan istrinya Iriana, khususnya terkait tingkat keamanan pejabat negara yang disikapi secara santai oleh Jokowi.

"Saya ingat pernah mengantar Pak Jokowi dan Ibu Iriana ke Pontianak dalam rangka pawai kemerdekaan tahun 2015. Kita menyeberangi sungai, dan ketika sampai dermaga di depan masjid agung, Ibu Iriana itu tidak sekadar dadah-dadah tapi beliau menjulurkan tangannya di pinggir dermaga, membuat kita semua khawatir kalau ada yang menarik," ceritanya.

"Ini bukan karena mereka tidak menyadari masalah keamanan. Tapi karena ingin dekat dengan masyarakat. Artinya tim pengamanan baik di dalam atau luar Paspampres seperti Kepolisian serta protokoler istana harus betul-betul memperhatikan karakter dari sosok pemimpin tersebut," demikian Farhan.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya