Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Survei Indikator Politik: 25,3 Persen Responden Merasa Ekonomi Lebih Baik

SENIN, 11 JULI 2022 | 18:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perekonomian nasional yang diklaim mengalami pemulihan menjadi materi survei terbaru oleh Indikator Politik.

Dalam survei yang digelar pada 16 hingga 24 Juni 2022 ini, Indikator Politik mencatat tingat kepuasan masyarakat terhadap tata kelola ekonomi pemeirntah. Hasilnya, hanya minoritas masyarakat yang dijadikan responden survei merasakan perbaikan ekonomi.

Berdasarkan materi rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, responden yang merasa keadaan ekonomi sangat baik hanya 1,4 persen. Sementara yang merasa baik berada pada angka 25,2 persen.


Untuk responden yang menggap keadaan ekonomi biasa saja ada sekitar 42,2 persen. Sedangkan yang merasa buruk lebih tinggi dari jumlah responden yang merasa ekonomi RI baik-baik saja, yakni sebesar 26,3 persen.

Adapun sisanya, yakni sebesar 4,2 persen menganggap ekonomi nasional sangat buruk, dan yang tidak menjawab atau tidak tahu hanya 0,7 persen.

Di samping itu, responden  yang ditanya soal kondisi ekonomi rumah tangganya di masa sekarang ini, hanya sedikit yang merasa jauh lebih baik, yaitu sebanyak 3,6 persen.

Untuk yang merasa lebih baik saja sebsar 36,9 persen, atau lebih tinggi sedikit dari yang merasa perekonomiannya tidak berubah sebanyak 36,1 persen.

Adapun yang merasa ekonominya leboh buruk sebanyak 21,0 persen, jauh lebih buruk 2,4 persen, dan yang tidak menjawabatau tidak tahu 0 persen.

Survei Indikator Politik kali ini menggunakan metode multistage random sampling, denganjumlah responden sebanyak 1.200 orang.

Berdasarkan asumsi multistage random sampling Indikator Politik mencatat margin of error, sekitar 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya