Berita

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi/Net

Politik

Subsidi BBM Turun dari 210 T Jadi 79 T, BPK: Selama 5 Tahun Rakyat Bantu Pertamina

SENIN, 11 JULI 2022 | 14:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Subsidi Bahan Bakar Minyak(BBM) ternyata telah dipangkas pemerintah selama 5 tahun terakhir. Nilainya pun cukup fantastis, yakni hingga mencapai ratusan triliun rupiah.

Hal tersebut diungkap anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Achsanul Qosasi dalam keterangan di akun Twitter pribadinya, Senin (11/7).

"Yang pasti pemerintah telah berhasil turunkan subsidi BBM dari Rp 210 triliun menjadi Rp 79 triliun, dalam 5 tahun," ujar Qosasi.


Menurutnya, pemangkasan subsidi BBM oleh pemerintah secara tidak langsung telah membebankan biaya subsidi kepada masyarakat.

Bentuk pemangkasan tersebut, dilihat Qosasi, tidak secara langsung. Melainkan melalui kebijakan realokasi penggunaan jenis BBM oleh masyarakat yang beberapa bulan ke belakang terjadi.

"Awalnya, Pertalite ini didesain direksi lama untuk mengurangi konsumen Premium. Premium dibatasi, Pertalite digenjot. Dan sekarang Pertalite juga dibatasi. Memaksa rakyat pindah ke Pertamax," tuturnya.

Meski sampai saat ini Pertamina belum sepenuhnya menghilangkan Petralite, akan tetapi ada potensi perubahan kebijakan dikeluarkan pemerintah untuk menghapus penggunaannya, dan mengalihkan masyarakat untuk menggunakan Pertamax.

"Pergeseran ke Pertamax pasti suatu saat terjadi, dan Pertamax akan bersaing dengan Shell, Total, Vivo, AKR. BBM pasar bebas," katanya.

"Artinya, selama 5 tahun rakyat membantu Pertamina (negara) Rp 20 triliun per tahun. Tak ada gaduh, semua dilakukan demi membantu negara. Sebuah harmoni yang seharusnya," demikian Qosasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya