Berita

Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia Profesor Hikmahanto Juwana/Net

Politik

Hikmahanto Juwana: Fenomena yang Terjadi di Dunia Hari Ini, Seperti Krisis Asia 98

MINGGU, 10 JULI 2022 | 17:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini membuat masyarakat dunia mulai berani untuk melakukan tindakan melawan hukum terhadap negaranya sendiri. Hal ini tercermin dalam dua peristiwa, yakni penembakan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan aksi massa di rumah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.

Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia Profesor Hikmahanto Juwana mengatakan, peristiwa penembakan mantan PM Jepang Shinzo Abe bisa jadi bentuk awal kekerasan politik yang memantik kemarahan masyarakat akibat adanya sentimen negatif terhadap pemerintah.

"Fenomena ke arah sana (kekerasan politik) ada ya. Soalnya si penembak kan merasa ibunya bangkrut karena agama tertentu yang dekat dengan politisi,” ucap Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/7).


Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani ini juga melihat fenomena serupa di Sri Lanka. Di mana protes dari rakyat berakibat rumah presiden Sri Lanka diduduki massa karena kegagalan pengelolaan negara hingga terjebak pada krisis.

"Fenomena ini seperti krisis ekonomi di Asia 98 tapi sekarang di dunia,” ucapnya.

Dia menambahkan, pandemi Covid-19 dan juga perang yang terjadi di Ukraina menjadi penyumbang kegalauan masyarakat dunia terkait kondisi ekonomi yang fluktuatif.

"Krisis yang dipicu oleh pandemi Covid 19 dan sekarang perang di Ukraina. Ini telah memunculkan stagflasi perekonomian dunia,” pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya