Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Dinamika Keseimbangan Indeks Harga Pangan dan Energi

MINGGU, 10 JULI 2022 | 06:54 WIB | OLEH: DR. IR. SUGIYONO, MSI

LAJU inflasi harga pangan dan energi tingkat konsumen dunia ternyata didorong oleh perilaku dinamika keseimbangan pasar konsumen komoditas batubara pada periode analisis Januari tahun 1990 hingga April tahun 2022.

Pada periode analisis tersebut, indeks harga batubara melejit naik secara dinamis mengikuti perilaku gelombang indeks harga keseimbangan pasar, yang maksimum secara bertahap mencapai sekitar 10 kali lipat selama 22 tahun terakhir.

Sungguh tidak mengherankan, apabila negara-negara barat bertindak menekan konsumsi batubara menggunakan argumentasi transformasi penggunaan energi bersih dari energi kotor dan ancaman merelokasikan dana pembiayaan pembangunan pembangkit listrik.


Maksud menjaga polusi udara, namun pada kenyataannya kondisi kelangkaan sumberdaya alam fosil tersebut justru membuat indeks harga batubara tetap meroket sebagai bisnis yang mendulang keuntungan yang sangat menjanjikan kemakmuran pada pelaku bisnis.

Pemerintah dan DPR RI sesungguhnya telah memberlakukan Domestic Price Obligation dan Domestic Market Obligation. Hal itu, agar BUMN PT PLN masih mampu memproduksi listrik dari pembangkit-pembangkit yang dipasok oleh komoditas batu bara dan Indonesia tidak gelap gulita.

Meskipun demikian, pada beberapa wilayah Indonesia masih menghadapi seringnya listrik padam harian. Listrik yang menjadi penentu melemahnya industrialisasi dan kurang mendukung kinerja usaha mencerdaskan kehidupan bangsa untuk keberlanjutan pendidikan, serta sebagai penggerak peningkatan laju pertumbuhan ekonomi.

Beratnya tekanan dari dinamika kenaikan indeks harga batubara sebagai komoditas energi, yang mempengaruhi ketersediaan dan kontinuitas dalam memproduksi energi listrik telah membuat indeks harga logam naik menjadi 5,3 kali lipat, indeks harga bahan baku produk pertanian naik 3,2 kali lipat, dan indeks harga minuman naik 4,67 kali lipat selama 22 tahun terakhir.

Selanjutnya tekanan laju inflasi pada indeks harga pangan, yang naik 2,9 kali lipat selama periode analisis Januari tahun 1992 hingga April tahun 2022 itu dipicu oleh kenaikan indeks harga gas alam, yang naik 11 kali lipat. Juga terutama dipicu oleh kenaikan indeks harga BBM sebesar 8,5 kali lipat sebagai input transportasi pangan.

Gas alam merupakan bahan baku untuk memproduksi pupuk, seperti urea, yang sangat penting untuk memproduksi komoditas pangan. Indeks harga pupuk telah meningkat 5,4 kali lipat.

Oleh karena itu, langkah taktis strategis guna memperbaiki tekanan laju inflasi tinggi, terutama pada sektor pangan dan energi, menekan fenomena kemacetan pertumbuhan ekonomi pada posisi laju inflasi tinggi, dan mencegah keberlangsungan isu resesi ekonomi global, maka pemerintahan berbagai bangsa di dunia perlu bekerjasama untuk memperbaiki dinamika keseimbangan mekanisme transmisi indeks harga konsumen tersebut di atas.

Penulis adalah peneliti Indef dan pengajar di Universitas Mercu Buana


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya