Berita

Tim U-19 Indonesia saat menghadapi Thailand di babak penyisihan Piala AFF U-19/PSSI

Sepak Bola

Ini 2 Skenario Tim U-19 Indonesia untuk Lolos ke Semifinal Piala AFF U-19

MINGGU, 10 JULI 2022 | 05:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Peluang Tim U-19 Indonesia untuk lolos dari fase grup Piala AFF U-19 bakal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Utamanya, Tim Garuda Nusantara harus memenangkan laga pamungkas Grup A melawan Myanmar pada Minggu malam nanti (10/9).

Selain kemenangan atas Myanmar, hasil akhir dari laga Vietnam versus Thailand juga bisa menjadi penentu langkah anak asuhan pelatih Shin Tae-yong di turnamen ini.

Dari 6 tim di Grup A, praktis hanya Indonesia, Vietnam, dan Thailand yang kini berebut tiket semifinal. Sementara Filipina, Myanmar, dan Brunei sudah tersingkir lebih dulu.


Skuat Garuda Nusantara berada di posisi ketiga klasemen dengan torehan 8 poin. Sementara, Vietnam dan Thailand berada di urutan pertama dan kedua dengan angka yang sama, yakni 10 poin.

Lantas bagaimana jika ketiga tim mendapatkan poin yang sama, andaikan Vietnam dan Thailand bermain imbang 0-0 dan Indonesia berhasil menang atas Myanmar? Ketiganya dipastikan akan memperoleh 11 poin, hanya saja Hokky Caraka dan kawan-kawan unggul produktvitas gol.

Dalam ulasan Media Vietnam, Zing News, jika hasil itu benar terjadi maka Vietnam dan Indonesia yang melaju ke semifinal. Alasannya, dalam turnamen Asia Tenggara ini, jika ada beberapa tim memiliki poin yang sama, maka urutan prioritas penentuannya adalah head to head langsung, kemudian selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak.

Sebelumnya, Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Vietnam dan Thailand.

Nah, berdasarkan catatan head to head di antara ketiga tim tersebut, Indonesia akan tersingkir ketika Vietnam versus Thailand imbang dengan ada gol, misal 1-1 atau 2-2.

"Pada titik ini, ada 2 kasus. Pertama, jika Vietnam dan Thailand imbang tanpa gol, lalu Indonesia menekuk Myanmar, maka Thailand yang tersingkir. Sementara di kasus kedua, jika Vietnam versus Thailand imbang dengan ada gol (1-1 dst), maka Indonesia akan tersingkir berapa pun skor kemenangannya atas Myanmar," tulis Zing News dikutip Kantor Berita RMOLSumsel.

Namun demikian, hitung-hitungan yang disampaikan media Vietnam itu berbeda dengan aturan atau regulasi yang pernah diterapkan di Piala AFF U-19. Dalam laman resminya, AFF tak melampirkan dokumen regulasi turnamen untuk tahun 2022 ini. Yang ada hanyalah regulasi Piala AFF U-19 2016.

Belum jelas, apakah regulasi 6 tahun lalu itu masih berlaku sampai sekarang atau sebenarnya memang sudah ada aturan terbaru. Dalam kondisi kalah dari Thailand, Vietnam kemungkinan besar tersingkir.

Sebab, pada titik itu pasukan besutan Dinh The Nam ini hanya bisa lolos ke semifinal jika Indonesia imbang atau kalah melawan Myanmar.

Berdasarkan Pasal 9.1.5 aturan itu, jika ada 2 atau lebih tim yang sama poinnya, maka posisinya ditentukan pertama kali berdasarkan selisih gol dalam semua pertandingan grup. Itulah yang dipahami hingga saat ini, termasuk oleh PSSI.

"Untuk melaju ke semifinal, Indonesia harus menuntaskan laga babak penyisihan Grup A melawan Myanmar dengan raihan 3 poin," tulis PSSI.

Berdasarkan regulasi Piala AFF U-19 2016, jika selisih gol masih sama, maka ditentukan berdasarkan jumlah gol yang dicetak dalam semua pertandingan grup Bila masih sama juga, maka ditentukan berdasarkan hasil pertandingan langsung di antara 2 tim terkait.

Jika merujuk ke AFC sebagai induk organisasi AFF, regulasinya berbeda. AFC membuat regulasi Piala Asia U-19 2020 dengan lebih mengutamakan head to head.

Pasal 9.3 regulasi AFC menyebutkan, bila memiliki nilai akhir sama, maka posisinya ditentukan berdasarkan jumlah poin dalam head to head di antara tim-tim terkait.

Apabila masih sama, maka selisih gol dalam head to head di antara tim-tim terkait menjadi penentunya. Jika masih sama juga, maka barulah diterapkan jumlah gol yang dicetak dalam head to head di antara tim-tim terkait.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya