Berita

Kebun sawit/Net

Nusantara

BPKP Lakukan Audit Tata Kelola Industri Sawit di 29 Provinsi

JUMAT, 08 JULI 2022 | 18:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Persoalan lonjakan harga minyak goreng yang sempat membuat masyarakat menjerit kini tengah dilakukan evaluasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan melakukan audit tata kelola industri sawit di 29 Provinsi.

Upaya audit tersebut dilakukan pemerintah dengan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menerangkan, latar belakang BPKP melakukan audit sawit bermula dari permintaan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang mencakup dari hulu sampai dengan hilir


Katanya, pelaksanaan audit melibatkan instansi terkait seperti Kejaksaan Agung; Perwakilan BPKP di 29 provinsi; Ditjen Bea Cukai, Ditjen Pajak, dan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, serta Polri.

"Ruang lingkup audit yang dilakukan tim gabungan dengan Kejagung RI meliputi perkebunan, pabrik CPO, pabrik turunan CPO, distribusi produk CPO dan turunannya, ekspor serta penggunaan dana pungutan ekspor,” ujar Ateh dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/7).

Lebih lanjut, Ateh menegaskan bahwa audit yang dilakukan terhadap industri sawit ini memiliki beberapa tujuan. Selain untuk memperbaiki tata kelola industri sawit juga untuk mengembankan potensi ekonomi yang diperoleh di dalamnya.

Dia  menyebutkan, industri sawit di Indonesia bisa berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan pembenahan di industri sawit dari hulu sampai dengan hilir.

Dengan begitu, Ateh meyakini sawit sebagai komoditas ekspor andalan dengan total nilai ekspor mencapai 35 Milliar dolar Amerika Serikat per tahun bisa menjadi ekspor terbesar, bahkan lebih besar dari migas.

"Industri sawit menyerap banyak tenaga kerja diantaranya 4,2 juta lapangan kerja langsung dan 12 juta lapangan kerja tidak langsung," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya