Berita

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov selama pertemuan para Menlu G20 di Nusa Dua, Bali pada Jumat, 8 Juli 2022/Reuters

Dunia

Menlu Rusia Sergei Lavrov Diteriaki hingga Dikritik Habis-habisan di G20 Bali

JUMAT, 08 JULI 2022 | 14:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kehadiran Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov selama pertemuan para Menlu G20 di Bali menjadi kontroversi. Bahkan sejak ketibaannya, ia sudah mendapat banyak penolakan.

Ketika tiba di lokasi pertemuan di Nusa Dua, Bali pada Jumat (8/7), Lavrov langsung diteriaki "When will you stop the war" dan "Why don't you stop the war". Ketika itu, Lavrov tengah berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menyambutnya.

Tidak hanya itu, Lavrov juga mengaku mendapatkan banyak kritik dari negara-negara Barat selama pertemuan yang turut membahas upaya menghentikan perang di Ukraina itu.


"(Kata-kata) 'agrsor', 'penjajah, 'pendudukan', kami banyak mendengar itu hari ini," kata Lavrov kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

Lavrov mengatakan, Barat telah menyia-nyiakan kesempatan untuk membahas situasi ekonomi, dan membuat diskusi menyimpang terkait situasi di Ukraina.

"Selama diskusi, mitra Barat menghindari mengikuti mandat G20, dari menangani masalah ekonomi dunia," ucapnya.

Televisi pemerintah Rusia mengatakan kritik terhadap Lavrov merupakan upaya untuk memboikot Rusia di G20. Namun itu telah gagal, dan justru menyinggung Indonesia sebagai tuan rumah.

Lebih lanjut, Lavrov mengatakan Rusia siap untuk melakukan negosiasi dengan Ukraina dan Turki terkait dengan pasokan gandum. Tetapi tidak jelas kapan pembicaraan tersebut akan dilakukan.

Ia juga menuturkan, jika Barat ingin Ukraina mengalahkan Rusia, maka tidak ada yang perlu dibicarakan dengan Barat.

Sementara itu, dalam sambutannya, Retno mendesak agar G20 membantu mengakhiri perang di Ukraina dan mencari solusi terkait dampak perang terhadap rantai pasok pangan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya