Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Peringatan Keras China untuk FBI dan MI5: Anda Perlu Mengusir Setan dan Meninggalkan Ruangan Gelap agar Bertemu Sinar Matahari

JUMAT, 08 JULI 2022 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika dan sekutunya lagi-lagi membuat panas Beijing. Kali ini penyebabnya adalah tudingan Direktur FBI Christopher Wray dan Direktur MI5 Ken McCallum yang menyebutkan bahwa China mencuri teknologi Barat dan menimbulkan bahaya yang meluas bagi keamanan nasional.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China menyebut apa yang ditudingkan dua direktur intelijen AS dan Inggris itu adalah kebohongan dengan niat untuk mencoreng Beijing.

"Wray telah memainkan apa yang disebut ancaman China untuk mencoreng dan menyerang China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian kepada wartawan, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (7/7).


“Fakta telah sepenuhnya membuktikan bahwa AS adalah ancaman terbesar bagi perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia,” lanjutnya.

"China meminta Washington untuk berhenti menyebarkan kebohongan dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," tambah Zhao.

Dalam konferensi pers di London pada Rabu (6/7), Wray dan McCallum memperingatkan para pemimpin bisnis bahwa China bertekad untuk mencuri teknologi mereka, dan mengoperasikan program peretasan yang lebih besar dari gabungan setiap negara.

McCallum mengatakan bahwa pemerintah China memberikan "tekanan rahasia di seluruh dunia". Dia juga menambahkan bahwa MI5 saat ini menjalankan tujuh kali lebih banyak investigasi yang berfokus pada China seperti pada tahun 2018.

Menanggapi hal ini , Zhao mendesak kepala mata-mata Inggris untuk berhenti menciptakan permusuhan.

"Kepala dinas keamanan Inggris ini perlu mengusir setan yang dibayangkan, meninggalkan ruangan gelap dan bertemu sinar matahari, dan berhenti menciptakan musuh yang dibayangkan," ujarnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya