Berita

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono/Ist

Politik

Salah Satu Pimpinannya DPO Pencabulan, Kemenag Cabut Izin Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Jatim

KAMIS, 07 JULI 2022 | 20:33 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Merespons dugaan pencabulan yang dilakukan anak seorang Kiai di Jombang Jawa Timur, Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, menjelaskan bahwa statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan. Kata Waryono, sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat.

Waryono menegaskan, tindakan pembekuan yang dilakukan Kemenag karena salah satu pemimpinnya yang berinisial MSAT merupakan DPO kepolisian. MSAT masuk DPO karena menjadi tersangka pencabulan dan perundungan terhadap santri.

Selain itu, Waryono menambahkan, pihak pesantren dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

Waryono mengatakan, pencabulan bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama.

"Kemenag mendukung penuh langkah hukum yang telah diambil pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut," terang Waryono.

Waryono mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kankemenag Jombang, serta pihak-pihak terkait untuk memastikan bahwa para santri tetap dapat melanjutkan proses belajar dan memperoleh akses pendidikan yang semestinya.

“Yang tidak kalah penting agar para orang tua santri ataupun keluarganya dapat memahami keputusan yang diambil dan membantu pihak Kemenag. Jangan khawatir, Kemenag akan bersinergi dengan pesantren dan madrasah di lingkup Kemenag untuk kelanjutan pendidikan para santri," pungkas Waryono.

Populer

Ingin Bantu Tangkap Pembunuh Brigadir J, Serda Ucok: Kami Tidak Tega Negara Kesulitan

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 20:23

Pernyataan Terakhir Sebelum Ditahan, Roy Suryo: Saya Tidak Menistakan Agama

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 01:59

Sudah Dituangkan ke BAP, Bharada E Lihat Ferdy Sambo Pegang Pistol di Samping Jasad Brigadir J

Minggu, 07 Agustus 2022 | 16:39

Amien Rais Bakal Dukung Capres yang Berani Ucapkan Selamat Tinggal pada Oligarki

Jumat, 12 Agustus 2022 | 22:02

Jika Tak Ada yang Mengusung, Anies Baswedan Hanya jadi Penonton Pilpres 2024

Minggu, 14 Agustus 2022 | 15:20

Disindir Kasus Brigadir J, Benny K Harman: Daripada Sesat Sebaiknya Mahfud Tanya Langsung ke Jokowi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:32

Sindir Alasan TGB Pindah Perindo, Musni Umar: Memang Partai yang Pernah Dimasuki Visinya Tidak Mempersatukan?

Minggu, 07 Agustus 2022 | 07:28

UPDATE

Wajib Jilbab dalam Social Identity Theory

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:12

Hari Ini, Surya Darmadi Dikabarkan Kembali ke Indonesia

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:08

Dihantam Topan Ekstratropis, 596 Penguin Ditemukan Mati di Pantai Brasil

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:04

Cerita Anies Baswedan usai Dijamu Makan Malam di Rumah Menlu Jepang

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:59

Serangan Gabungan Pasukan Somalia dan AS Tewaskan Belasan Gerilyawan Al-Shabab

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:51

Politik Ekonomi Pancasila Jadi Cara Indonesia Pulih Lebih Cepat

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:49

Enam Alasan Perlunya Mengungkap Motif Sambo

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:45

Kalau Kompolnas Masih Bisa Ditipu Berarti Perspektifnya Masih Sebagai Humas Polri

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:44

Sadar Kunjungannya ke China Timbulkan Masalah, Wakil Ketua Kwomintang Mundur sebagai Penasihat Kota Taichung

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:29

Rekor, LSPR Kirim 50 Mahasiswa ke Luar Negeri

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:25

Selengkapnya