Berita

Peneliti senior Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Philips Jusario Vermonte/Net

Politik

CSIS: Jawa Barat Solid Sumbang Suara Terbesar untuk Ridwan Kamil pada 2024

RABU, 06 JULI 2022 | 13:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Jawa Barat merupakan salah satu daerah kunci yang sangat penting dalam peta politik tanah air. Menjadi salah satu lumbung suara yang besar, Jawa Barat selalu jadi rebutan partai politik dan para calon eksekutif maupun legislatif yang bertarung dalam pesta demokrasi.

Seperti disampaikan peneliti senior Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Philips Jusario Vermonte, saat ini Jawa Barat menjadi salah satu penyumbang kursi terbanyak di DPR RI.

"Jawa Barat salah satu penyumbang pemilih terbesar. Di DPR juga menyumbang kursi terbanyak,” jelas Philips saat hadir dalam rilis hasil survei CiGMark di Jakarta, Rabu (6/7).


Bagi para calon yang tidak begitu populer atau tidak memiliki basis massa yang kuat di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Jawa Barat bisa menjadi pilihan.

Nah, berdasarkan hasil survei CiGMark, saat ini yang memiliki suara paling solid di Jawa Barat adalah Ridwan Kamil.

Karena itu, menjadi wajar bila nama pria yang akrab dipanggil Kang Emil itu selalu muncul dalam berbagai survei calon presiden dan calon wakil presiden.

"Kang Emil itu menurut saya suaranya solid di Jawa Barat. Dia bisa mengimbangi kemungkinan calon lain mengambil suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” papar alumnus FISIP Universitas Padjadjaran itu.

”Saya kira Kang Emil di situ (Jawa Barat) punya kontribusi dan sangat mengalir,” imbuhnya. 

Soliditas pemilih tersebut, lanjut dia, yang menjadi salah satu kunci atas naiknya dukungan terhadap Kang Emil yang tampak dalam hasil survei CiGMark. Kang Emil unggul karena dinilai mampu bekerja dengan baik di Jawa Barat.

Selain itu, Kang Emil berpengalaman sebagai kepala daerah. Baik kepala daerah tingkat II di Bandung maupun kepala daerah tingkat I di Jawa Barat.

Keunggulan lain, Kang Emil merupakan salah satu teknokrat yang sudah tidak diragukan kemampuannya. Dalam memimpin organisasi besar di Jawa Barat, Kang Emil mampu menyelesaikan beragam persoalan.

Secara keseluruhan, Philips menegaskan, seluruh suara pemilih di Indonesia penting. Namun, tidak bisa dipungkiri, sampai saat ini suara pemilih terbesar berada di Jawa.

Khusus Jawa Barat, Philips menambahkan, suara pemilih di provinsi ini bisa mengkompensasi bila calon yang ikut bertarung dalam pilpres kehilangan suara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kalau anda kandidat yang tidak bisa menembus di Jawa Tengah atau Jawa Timur, agar suara tidak terlalu jauh timpangnya, menangkan Jawa Barat,” demikian Philips Vermonte.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya