Berita

Ekonom senior DR. Rizal Ramli dan Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Lieus Sungkharisma Dukung Rizal Ramli Bentuk People United untuk Tumbangkan Oligarki United

RABU, 06 JULI 2022 | 12:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ajakan mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli untuk membentuk “People United” demi melawan “Oligarki United” yang kini menguasai Indonesia mendapat sambutan baik.

Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma salah satu yang memberi dukungan. Dukungan itu diberikan lantaran dia menilai oligarki yang kini menguasai Indonesia hari ini, baik secara politik dan ekonomi, memang sudah sangat membahayakan eksistensi negara yang berlandaskan Pancasila ini.
 
“Saat ini Indonesia dikontrol dan dikendalikan oleh segelintir orang yang punya kuasa dan harta. Ini berbahaya tidak hanya bagi kelanjutan demokrasi, tapi juga bagi masa depan negara kita,” ujar Lieus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/7).
 

 
Rizal Ramli dalam dialog Radio Bravos bertajuk "Roadmap Pilpres 2024 : PolsterRp dan BuzzerRp Menipu Rakyat Membajak Demokrasi" di Jakarta beberapa waktu lalu, memang menyebut bahwa Oligarki United telah mengontrol seluruh kekuasaan lembaga negara, yaitu eksekutif, yudikatif, dan legislatif, sehingga tidak ada lagi yang namanya trias politica.

Bagi Lieus, apa yang disampaikan pria yang akrab dipanggil RR itu tidak salah. Sebab diakui atau tidak, Indonesia saat ini memang dikontrol oleh segelintir orang berduit secara ekonomi dan berkuasa secara politik untuk kepentingan mereka sendiri.

“Karena itu, saya menyambut ajakan Rizal Ramli dan mengajak kawan-kawan lain yang peduli terhadap masa depan negara ini untuk membentuk “People United,” itu,” ujar koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) ini.
 
Apalagi, tambah Lieus, pada faktanya meski pemilu 2024 masih waktu 2 tahun lagi, para oligarki tersebut sudah mulai bergerak secara massif dengan memunculkan para calon presiden pilihan mereka dengan berbagai cara.

“Tak hanya melalui media mainstream, tapi juga melalu perusahaan polling bayaran dan buzzerRp,” tutur Lieus.

Dia mencontohkan bahwa hampir setiap hari media mainstream dan media sosial, terutama televisi, Instagram dan Twitter, dipenuhi dengan berita terkait orang-orang yang digadang-gadang jadi presiden itu.

Semua yang terkait sosok tersebut diberitakan meskipun seringkali beritanya tak bermutu. Bahkan, tambah Lieus, seringkali pemberitaan media itu dengan sengaja menutupi sisi buruk terkait sosok yang dijagokan oligarki itu.

Seperti halnya Rizal Ramli, Lieus pun menduga pemberitaan yang massif atas sosok tertentu itu terjadi karena media yang bersangkutan sudah dibayar oleh para cukong yang tergabung dalam klub oligarki agar terus memberitakan sosok yang dijagokan tersebut.
 
“Sungguh, keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Maka, jika kita tidak mau kehidupan negara ini semakin sulit di masa depan, kita harus melawan keadaan ini. Kekuasaan oligarki yang merampas demokrasi itu tidak boleh kita biarkan,” ujar Lieus.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya