Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad/Net

Politik

Ancaman Inflasi di Depan Mata, Kamrussamad Desak BI Evaluasi Suku Bunga

SELASA, 05 JULI 2022 | 18:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia dihadapkan dengan ancaman inflasi di depan mata. Terlebih The Fed telah mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga dunia untuk mata uang dolar AS. Selain itu, krisis energi yang dihadapi Eropa akan menghambat ketersediaan energi ke berbagai negara.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan agar Bank Indonesia (BI) untuk mengevaluasi tingkat suku bunga yang berlaku di Indonesia. Tujuannya, agar pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetap bisa dikontrol dengan baik oleh pemerintah.

Politisi Gerindra itu tidak menutup mata bahwa dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, inflasi Indonesia memang masih moderat. Meki demikian, Kamrussamad meminta pemerintah Indonesia harus tetap  berhati-hati.


"Karena berdasarkan catatan BPS, di Juni ini inflasi menyentuh 4.35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan yang tertinggi sejak lima tahun terakhir,” tegas Kamrussamad kepada wartawan, Selasa (5/7).

Kamrussamad mengatakan, Dewan Gubernur BI perlu mengevaluasi keputusannya yang mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25 persen.

"Ini penting dilakukan untuk menjaga agar inflasi kita tetap terkendali,” imbuhnya,

Menurutnya, meskipun pertumbuhan ekonomi saat ini masih terkontrol, namun tidak ada salahnya BI mengambil tindakan tegas penyesuaian suku bunga.

"Sambil terus terus memantau dan memitigasi berbagai faktor yang akan berpengaruh pada inflasi nasional, baik yang berasal dari eksternal maupun internal,” tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya