Berita

Diskusi virtual Teras Politik (Terpol) Kang Kiflan bertajuk "Benarkah Jokowi Gagal Damaikan Rusia-Ukraina" bersama Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi/RMOL

Politik

Bobby Rizaldi: Jokowi Membawa Indonesia Jadi Motor Penggerak Perdamaian Dunia

SELASA, 05 JULI 2022 | 11:17 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lawatan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia merupakan langkah awal upaya merealisasikan misi perdamaian dunia yang tercantum di dalam konstitusi Indonesia.

Begitu pandangan Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi dalam diskusi virtual Teras Politik (Terpol) Kang Kiflan bertajuk "Benarkah Jokowi Gagal Damaikan Rusia-Ukraina", Selasa (5/7).

"Misi perdamaian yang dibawa Bapak Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah mengibarkan bendera Indonesia sebagai salah satu motor penggerak perdamaian dunia," ujar Bobby yang dikutip melalui kanal Youtube Kantor Berita Politik RMOL.


Anggota Komisi I DPR RI ini melihat, materi misi yang dibawa Jokowi jauh berbeda dengan pemimpin-pemimpin negara lain, baik di Eropa maupun Asia yang juga telah mengunjungi salah satu negara yang berperang itu.

"Bapak Presiden Jokowi adalah satu-satunya pemimpin negara Asia yang ke sana. Yang lain menawarkan melanjutkan perang, apakah memeberikan sanksi, apakah memberikan senjata, apakah sektor keuangan. Ini berbeda," tuturnya.

Maka dari itu, misi Presiden Jokowi menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin, paling tidak telah menegaskan sikap Republik Indonesia yang memegang teguh tujuan politik luar negerinya, yaitu menciptakan ketertiban dunia sesuai amanat Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

"Jadi nama Indonesia sebagai penggerak perdamaian dunia, dan termasuk dalam konstitusi kita, paling tidak sudah berkibar di pergaulan internasional," kata Bobby.

"Ini satu poin penting, karena saya kira perdamian adalah satu proses bukan karena satu pertemuan langsung berhenti ada gencatan senjata," tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya