Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

Meski Karir Politiknya Bagus, Puan Maharani Punya Pekerjaan Besar Genjot Elektabilitas sebagai Capres

MINGGU, 03 JULI 2022 | 19:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPR RI Puan Maharani berpeluang menjadi calon presiden di 2024. Argumentasi politiknya, Puan lahir dari trah Soekarno dan menjadi anak dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang merupakan partai besar di Imdonesia.

Mengacu pada aturan ambang batas pencalonan presiden, PDIP bisa mengusung calon presiden sendiri. Meski demikian, jika benar maju Pilpres, banyak kalangan yang memprediksi Puan bakal tidak moncer.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat, Puan masih punya pekerjaan besar, yakni meningkatkan elektabilitasnya untuk menjadi calon presiden.


"Puan Maharani tadi terkait elektabilitasnya yang kurang. Kalau kelebihannya dia Ketua DPR dan dia sebagai anak atau putra mahkota dari Ketum PDIP,” ucap Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/7).

Direktur ekesekutif dari Indonesia Political Review ini mengatakan bahwa soal elektabilitas masih bisa naik dan turun seiring dengan kebijakan yang dilahirkan oleh mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu selama menjabat sebagai Ketua DPR RI.

"Kalau elektabilitasnya masih standar. Artinya masih ada terjadinya kemungkinan naik atau turun. Kalau elektabilitasnya belun di atas 50 maka sekarang semuanya masih serba mungkin,” tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya