Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kasus Cacar Monyet Seluruh Dunia Mencapai 5.000, Tertinggi di Eropa

SABTU, 02 JULI 2022 | 11:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meskipun tidak dimasukkan ke dalam kategori darurat kesehatan global, wabah cacar monyet terus mengalami peningkatan jumlah kasus di wilayah Eropa.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa, Dr. Hans Kluge memperingatkan pada Jumat (1/7) bahwa kasus cacar monyet di kawasan itu telah meningkat tiga kali lipat dalam dua minggu terakhir, mendesak negara-negara untuk berbuat lebih banyak untuk memastikan penyakit yang sebelumnya langka itu tidak bercokol di benua itu.

Kluge dalam pernyataannya mengatakan bahwa meskipun sudah WHO belum menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global, upaya untuk mencegah itu tidak meluas perlu terus ditingkatkan.


“Tindakan mendesak dan terkoordinasi sangat penting jika kita ingin mengubah arah dalam perlombaan untuk membalikkan penyebaran penyakit ini yang sedang berlangsung,” kata Kluge, seperti dikutip dari Washington Post, Sabtu (2/7).

Hingga saat ini, lebih dari 5.000 kasus cacar monyet telah dilaporkan dari 51 negara di seluruh dunia yang biasanya tidak melaporkan penyakit tersebut, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Kluge mengatakan jumlah infeksi di Eropa mewakili sekitar 90 persen dari total global, dengan 31 negara di kawasan Eropa WHO telah mengidentifikasi kasus.

Kluge mengatakan data yang dilaporkan ke WHO menunjukkan bahwa 99 persen kasus terjadi pada pria, mayoritas pada pria yang melakukan hubungan sesama jenis.

Namun, dia mengatakan sekarang ada “sejumlah kecil” kasus di antara kontak rumah tangga, termasuk anak-anak. Kebanyakan orang melaporkan gejala termasuk ruam, demam, kelelahan, nyeri otot, muntah dan kedinginan.

Para ilmuwan memperingatkan siapa pun yang melakukan kontak fisik dekat dengan seseorang yang menderita cacar monyet atau pakaian atau seprai mereka berisiko terinfeksi. Populasi rentan seperti anak-anak dan wanita hamil diperkirakan lebih mungkin menderita penyakit parah.

Sekitar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit untuk perawatan atau diisolasi, dan satu orang dirawat di unit perawatan intensif. Tidak ada kematian yang dilaporkan.

Seorang penasihat WHO terkemuka mengatakan pada bulan Mei bahwa lonjakan kasus di Eropa kemungkinan terkait dengan aktivitas seksual oleh pria di dua pesta rave di Spanyol dan Belgia.

Namun demikian di Afrika WHO mengatakan bahwa menurut data rinci dari Ghana kasus cacar monyet hampir merata antara pria dan wanita, dan tidak ada penyebaran yang terdeteksi di antara pria penyuka sesama jenis.

Hingga saat ini, ada sekitar 1.800 kasus dugaan cacar monyet di Afrika, termasuk lebih dari 70 kematian, tetapi hanya 109 yang telah dikonfirmasi di laboratorium. Kurangnya diagnosis laboratorium dan pengawasan yang lemah berarti banyak kasus tidak terdeteksi.

“Wabah khusus ini bagi kami berarti keadaan darurat,” kata Ahmed Ogwell, direktur pelaksana Pusat Pengendalian Penyakit Afrika.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya