Berita

Ilustrasi balon udara yang membawa selebaran propaganda dari para pembelot/Net

Dunia

Korut Salahkan Balon Propaganda yang Diterbangkan Pembelot sebagai Sumber Wabah Covid-19

JUMAT, 01 JULI 2022 | 12:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Utara menyalahkan para pembelot yang kerap mengirim balon udara ke perbatasan untuk menyebarkan propaganda atas pecahnya wabah Covid-19 di negara tertutup itu.

Para pembelot dari Korea Utara biasanya mengirim selebaran propaganda, uang kertas, hingga USB yang berisi drama dan berita dari Korea Selatan menggunakan balon udara.

Pada 2020, aksi para pembelot tersebut memicu ketegangan antara dua Korea. Puncaknya, Pyongyang marah karena menilai Seoul tidak bertindak hingga akhirnya meledakkan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong.


Kali ini, Korea Utara eyakini virus corona yang menyebar di wilayahnya disebabkan oleh balon udara yang dikirim para pembelot.

Lantaran sejak awal Covid-19 merebak di China, Korea Utara langsung menutup perbatasan dengan ketat dan tidak memiliki hubungan dengan dunia luar.

Setelah dua tahun, Korea Utara melaporkan kasus pertama Covid-19 pada 12 Mei. Hingga Jumat (1/7), sudah ada 4,74 juta orang demam yang tercatat dan 73 kematian.

Menurut laporan KCNA, seorang tentara berusia 18 tahun dan seorang anak berusia lima tahun telah menyentuh "bahan tak dikenal" di daerah timur Kumgang pada awal April. Mereka kemudian menunjukkan gejala dan dinyatakan positif Covid-19.

"Peningkatan tajam kasus demam disaksikan di antara kontak mereka dan sekelompok orang yang demam muncul di daerah itu untuk pertama kalinya," tulis KCNA.

Kendati begitu, The Guardian menyebut kelompok pembelot Korea Utara baru mengirim balon dari wilayah Gimpo barat pada akhir April.

Lebih lanjut, KCNA mengimbau warga untuk waspada terhadap benda-benda asing, khususnya di sepanjang garis demarkasi dan perbatasan.

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan tidak ada kemungkinan virus corona memasuki Korea Utara melalui balon.

Para ahli juga mengaku skeptis dengan teori dari Korea Utara.

"Sulit untuk mempercayai klaim Korea Utara, secara ilmiah, mengingat kemungkinan virus menyebar melalui objek cukup rendah,” kata profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, Yang Moo-jin.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya