Berita

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa/Net

Politik

Pengamat: Wacana Pemakzulan Muncul Karena Suharso Monoarfa Kehilangan Power di PPP

KAMIS, 30 JUNI 2022 | 18:24 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Gejolak yang terjadi di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga muncul upaya pemakzulan, terjadi karena Suharso Monoarfa sebagai ketua umum kehilangan power di hadapan kadernya sendiri.

Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah mengatakan, setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan Suharso tidak mendapatkan dukungan penuh dari kadernya sendiri.

Utamanya, diperkirakan Dedi, adalah langkah Suharso yang tidak mampu menunjukkan nilai tawar yang kuat setelah PPP bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).


"Pertama, faktor kecilnya suara PPP kalau dibandingkan dengan Golkar dan PAN dalam proses pembentukan koalisi. Yang kedua, memungkinkan bahwa Suharso Monoarfa tidak menunjukkan powernya, atau bargaining di antara kedua partai politik itu,” kata Dedi  dalam acara Tanya Jawab Cak Ulung dengan tema "Suharso Digoyang, Penggembosan KIB?", Kamis (30/6).

Termasuk juga, lanjutnya, Suharso yang selama ini dipandang mengambil keputusan sepihak tanpa meminta masukan kader-kader senior PPP.

"Walaupun partai politik dalam mengambil keputusan tanpa melibatkan senior itu biasa saja, tidak jadi persoalan. Saya kira yang jadi persoalan dasar adalah Suharso Monoarfa tidak menjalankan politik akomodasi," terangnya.

Dedi menambahkan, karena Suharso kehilangan power itu kemudian muncul alasan-alasan yang dipakai untuk melancarkan kritik sampai mewacanakan pemakzulan ketua umum PPP.

"Makanya yang muncul adalah isu-isu yang sebetulnya personal, menerima gratifikasi, kemudian tidak transparan,” pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya