Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Wabah Meluas, Turki Umumkan Kasus Pertama Monkeypox

KAMIS, 30 JUNI 2022 | 17:25 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Turki telah melaporkan kasus monkeypox atau cacar monyet pertamanya. Laporan tersebut membuat virus ini tercatat telah diidentifikasi di lebih dari 50 negara di luar Afrika.

Kasus tersebut melibatkan seorang pasien berusia 37 tahun, yang saat ini sudah diisolasi.

"Monkeypox telah terdeteksi di satu dari pasien-pasien kami. Pasien tersebut berusia 37 tahun dan memiliki defisiensi sistem imun," kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca pada Kamis (30/6).


Koca menuturkan pihaknya telah menelusuri kontak dekat pasien, dan sejauh ini belum ada kasus lain yang ditemukan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus monkeypox telah mengalami kenaikan di negara-negara non-endemik, dan mendorong agar pengujian dapat ditingkatkan.

Data WHO menunjukkan sudah ada lebih dari 3.400 kasus dan satu kematian akibat monkeypox yang tercatat sejak wabah tersebut pecah pada Mei.

Di samping itu, negara-negara yang menjadi endemik telah melaporkan lebih dari 1.500 kasus dan 66 kematian terkait monkeypox.

Kendati sudah menyebar cukup luas, WHO telah menentukan monkeypox bukan keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional untuk saat ini.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya