Berita

Pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sunny Tanuwidjaja/Net

Publika

Fenomena Sunny

KAMIS, 30 JUNI 2022 | 14:43 WIB | OLEH: HENDRI SATRIO

TERBUKANYA informasi bahwa pendiri PSI, Sunny Tanuwidjaja berada dalam barisan pendukung Anies Baswedan akan membuat tren baru dalam politik jelang Pilpres, yaitu makin terbukanya pendukung Anies Baswedan dalam menyuarakan pilihannya.

Keterbukaan dalam menyuarakan dukungan terbuka pada Capres selama ini hanya dilakukan oleh pendukung Presiden Jokowi yang beralih mendukung Ganjar Pranowo atau beberapa pendukung Ketum Parpol yang tersandera dalam memberikan dukungan untuk Capres lain selain hanya untuk sang Ketum tersebut.

Fenomena Sunny akan mendorong pendukung Anies Baswedan yang selama ini diam tak banyak bicara akhirnya keluar untuk bergabung bersama gelombang perubahan yang hangat dibicarakan masyarakat.


Tentu saja fenomena Sunny juga Akan berimbas positif pada beberapa Parpol yang mendukung Anies baik nyata memberikan dukungan seperti Nasdem atau Parpol yang konstituennya sudah mendukung tapi masih menunggu waktu tepat untuk mendeklarasikan dukungan kepada Anies Rasyid Baswedan seperti Demokrat, PPP, atau pun PKS.

Masyarakat pasti mengharapkan fenomena Sunny ini yang menggambarkan kebebasan menentukan pilihan capres juga terasa dan terlihat oleh Mahkamah Konstitusi yang akhirnya bisa mengabulkan permohonan pemilihan presiden tanpa ambang batas.

Apakah fenomena Sunny ini mengagetkan banyak orang? Menurut saya tidak, sebab inilah indahnya demokrasi di Indonesia.

Semoga saja setelah fenomena Sunny ini meluncur ke permukaan pendukung Capres lain seperti pendukung Puan Maharani, Rizal Ramli, Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti, Abraham Samad, Firli Bahuri, Khofifah Indar Parawansa mau ikut terpancing suara rakyat dan muncul ke permukaan.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya