Berita

Ilustrasi Pemilu 2024/RMOL

Politik

Kemendagri Catat Pemilih Pemilu 2024 Hari Ini Capai 206 Juta

KAMIS, 30 JUNI 2022 | 13:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hak memilih bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dalam Pemilu serentak 2024 telah dirangkum oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).

Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh menjelaskan, data masyarakat yang memiliki hak pilih untuk Pemilu Serentak 2024 akan terus bergerak.

Namun untuk hari ini, berdasarkan DP4 yang diserahkan Kemendagri kepada KPU untuk basis penyusunan daftar pemilih tetap (DPT) sudah selesai dan jumlahnya di atas 200 juta.


"Kalau menggunakan data hari ini, untuk Pilpres (dan Pileg) di bulan Februari sekitar 206 juta (pemilih). Dan di pilkada November kurang lebih 210 juta," ujar Zudan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu kemarin (29/6).

Zudan memastikan, Kemendagri akan terus meng-update data DP4 apabila terjadi perubahan data kependudukan.

Sehingga, dalam hal ini dilakukan kerjasam antara KPU dengan Kemendagri untuk akses database kependudukan untuk menyusun daftar pemilih.

"Apakah ini fiks datanya? Tidak, ini bergerak. Karena nanti ada yang pindah (status) dari TNI-Polri  (menjadi) pensiun, dari luar negeri masuk ke dalam negeri, dari dalam negeri ke luar negeri, ada yang meninggal dunia. Jadi dinamika tinggi," ucapnya.

"Karena masih ada waktu kurang lebih 2 tahun lebih, dari sekarang bulan Juni akhir sampai di Februari dan di November, jadi nanti masih panjang (waktu pembahauan datanya). Sehingga pergerakannya cukup besar," demikian Zudan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya