Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Perang Ukraina Bikin Negara Eropa Tengah dan Timur Takut Berurusan dengan China

RABU, 29 JUNI 2022 | 08:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Upaya China untuk mengamankan proyek Belt and Road Initiatives (BRI) dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur (ETT) tampaknya harus dikubur.

Invasi Rusia ke Ukraina menjadi penyebabnya, lantaran sebagian besar negara ETT mulai waspada terhadap kekuatan asing, termasuk China.

Keengganan negara ETT untuk menjalin hubungan lebih serius dengan China terlihat dari kegagalan "Inisiatif 17+1" yang dibentuk Beijing pada 2012. Inisiatif tersebut bertujuan untuk mempromosikan hubungan bisnis dan investasi antara China dan negara-negara ETT.


Menurut ANI News, baru-baru ini, China telah mengirim dua delegasi mereka ke 10 negara ETT dengan  tugas untuk menghilangkan kesalahpahaman mengenai konflik Rusia-Ukraina, serta mengadakan diskusi untuk menyalakan kembali minat mereka terhadap BRI.

Namun beberapa negara ETT tampaknya tidak terlalu mementingkan delegasi tersebut dan malah meminta pejabat yang lebih rendah untuk mengadakan diskusi dengan delegasi China.

Tanggapan paling mengecewakan datang dari Polandia, di mana delegasi China bahkan tidak bisa bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Polandia.

Meskipun China membentuk 'Inisiatif 17+1' untuk meningkatkan penetrasinya ke kawasan Eropa, kegagalannya untuk mengubah janji investasi menjadi investasi aktual telah menghambat kemajuan pengelompokan tersebut.

Tahun ini menandai ulang tahun kesepuluh berdirinya 'Inisiatif 17+1', tetapi sebagian besar negara ETT belum menunjukkan antusiasme untuk merayakan tahun bersejarah tersebut. Selain itu, Beijing bahkan tidak dapat menemukan satu pun negara CEE yang bersedia menjadi tuan rumah KTT tahunan tersebut.

Menurut penulis, investasi China di negara-negara ETT hanya terbatas pada beberapa negara seperti Hongaria, Republik Ceko, dan Polandia.

Pada tahun 2020, investasinya di negara-negara ETT mencapai 3 persen dari total investasi China di Eropa.

Perusahaan-perusahaan China juga belum banyak menunjukkan antusiasme dalam melakukan investasi di negara-negara tersebut karena kurang menguntungkan.
Beberapa proyek unggulan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Cernavoda Rumania atau proyek kereta api Budapest (Hongaria)-Belgrade (Serbia), yang dapat meningkatkan citra China di wilayah ETT, ditinggalkan atau menghadapi penundaan.

Hubungan antara China dan negara-negara ETT semakin memburuk ketika Beijing mulai menargetkan mereka untuk menjalin hubungan dengan Taiwan.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya