Berita

Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Pengamat Pesimis Jokowi Bisa Yakinkan Putin untuk Akhiri Perang di Ukraina

SELASA, 28 JUNI 2022 | 16:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Joko Widodo telah memulai perjalanannya menuju Ukraina. Meski begitu, sejumlah pengamat cukup meragukan kemampuan Jokowi dalam mengakhiri perang.

Pengamat politik dari Johan Skytte Institute of Political Studies di University of Tartu Estonia, Radityo Dharmaputra mengaku meragukan kemampuan Jokowi untuk mendorong Putin menuju perdamaian.

"Sayangnya, saya tidak melihat (Jokowi) dapat mengubah pikiran Putin atau menawarkan skenario untuk mediasi atau perdamaian," kata Radityo, seperti dikutip dari SCMP.


Alih-alih, Radityo menilai, Jokowi memiliki tujuan yang lebih mengedepankan kepentingan Indonesia sebagai Presidensi G20 dan krisis pangan.

"Warisan domestik Jokowi bergantung pada kemampuannya untuk menavigasi krisis pangan, dan warisan globalnya akan bergantung pada KTT G20," lanjut Radityo.

Sementara itu, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyebut perlu adanya tujuan yang jelas dalam kunjungan Jokowi, apakah kunjungan bilateral atau membahas G20 atau misi perdamaian.

"Jika ini adalah misi perdamaian, Indonesia harus memiliki konsep perdamaian yang diajukan kepada Putin dan Zelensky," ucap Dino.

Dino mengatakan, Indonesia juga harus mulai menentukan ambisi dalam keterlibatan Indonesia pada konflik.

"Hal yang paling penting adalah adanya hal konkret yang ditawarkan," tegasnya.

Jokowi sendiri mengatakan tujuannya melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia dalam rangka upaya membuka ruang dialog demi membangun perdamaian.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya