Berita

SPBU di Sri Lanka tutup karena kehabisan bahan bakar/Net

Dunia

Bukan karena Covid-19, Sri Lanka Lockdown Warganya Gara-gara Kehabisan BBM

SELASA, 28 JUNI 2022 | 14:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah Sri Lanka telah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tetap tinggal di rumah selama dua pekan, setelah membatasi pasokan bahan bakar hanya untuk layanan penting.

Jurubicara pemerintah, Bandula Gunawardena mengatakan distribusi bahan bakar akan dibatasi hingga 10 Juli, di mana pasokan untuk angkutan umum antar provinsi juga akan dihentikan.

"Pelabuhan, pelayanan kesehatan, transportasi makanan akan diberikan bensin dan solar, sementara semua sektor lainnya diminta untuk tetap di rumah dan memberikan layanan online di masa sulit ini," kata Gunawardena, seperti dikutip AFP.


“Negara kita menghadapi krisis keuangan dan valuta asing yang belum pernah terjadi sebelumnya," tambah dia.

Pekan lalu, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan bahwa ekonomi telah "benar-benar runtuh", Sri Lanka tidak dapat membeli bahan bakar karena kekurangan kebutuhan pokok dan listrik yang memburuk.

Kendati begitu, ia mengatakan pembicaraan antara pemerintah dan Dana Moneter Internasional (IMF) serta kreditur bilateral lain, seperti India dan China, sedang dilakukan.

Sebelum meminta warganya untuk tetap tinggal di rumah, Sri Lanka juga telah menutup sekolah dan meminta pegawai negeri untuk bekerja dari rumah demi membatasi transportasi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya