Berita

Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Supriansa (tengah)/RMOL

Politik

Di KPK, Golkar Komitmen Bersih dari Money Politic saat Pemilu 2024

SELASA, 28 JUNI 2022 | 12:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menjelang pelaksanaan Pemilihan umum (Pemilu) 2024, Partai Golongan Karya (Golkar) berkomitmen di hadapan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak melakukan pendekatan money politik, tidak melakukan pendekatan-pendekatan korupsi, hingga tidak melakukan pendekatan-pendekatan curang.

Komitmen itu disampaikan langsung oleh Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Supriansa usai mengikuti pembekalan antikorupsi dari KPK  dalam program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 yang diselenggarakan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa siang (28/6).

Supriansa mengatakan, hari ini banyak para pimpinan DPP, DPD Golkar yang hadir di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK. Mulai dari Ketua DPD Golkar, Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berasal dari Golkar, maupun para kepala daerah seluruh Indonesia yang berasal dari Golkar.


"Kesemuanya ini membuat sebuah komitmen kepada KPK bahwa ke depan, kita akan menjalani pesta-pesta demokrasi yang ada, terutama menghadapi tahun 2024, kita komitmen untuk tidak melakukan pendekatan money politik, tidak melakukan pendekatan-pendekatan korupsi, tidak melakukan pendekatan-pendekatan curang," ujar Supriansa kepada wartawan, Selasa siang (28/6).

Supriansa meyakini, komitmen itu semua akan terbangun dan Golkar berasa di barisan depan dalam rangka berkomitmen untuk tidak korupsi setelah terpilih, baik menjadi anggota DPR, DPRD, maupun kepala daerah.

"KPK juga memberikan beberapa informasi dalam bentuk edukasi yang diberikan nanti kepada masyarakat dan kepada pengurus-pengurus partai yang ada di daerah," pungkasnya.

Partai Golkar pada hari ini telah mendapatkan pembekalan antikorupsi dari Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar dan jajaran di Kedeputian Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya