Berita

Ilustrasi/Net

Histoire

Pengeboman Air India 1985, Peringatan Kasus Terorisme Terburuk di Kanada

SABTU, 25 JUNI 2022 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Pengeboman Air India 182 pada 1985 adalah serangan penerbangan terburuk yang mengakibatkan korban paling banyak di seluruh dunia sebelum serangan 11 September di New York. Peristiwa mengerikan itu telah mengungkapkan kepada dunia berapa 'biaya besar' yang dapat ditimbulkan dari kejahatan teroris.

Hari itu,  23 Juni 1985, Air India 182 sedang dalam perjalanan dari Toronto ke London, kemudian lanjut ke Mumbai. Setelah perhentian rutin di Montreal, pejabat Kanada mengeluarkan tiga paket mencurigakan dari pesawat, lalu penerbangan berlanjut ke London sesuai jadwal dan menjalin komunikasi dengan menara Bandara Heathrow.

Pesawat sedang berlayar di ketinggian 31.000 kaki, sekitar 120 mil barat-barat daya Irlandia, ketika tiba-tiba ia meledak dan hancur di udara, serpihannya jatuh di Samudera Atlantik.


Tidak ada peringatan atau panggilan darurat yang dikeluarkan. Saat pesawat menghilang dari layar radar, staf Heathrow mengirim kru penyelamat darurat, tetapi tidak ada yang selamat. Hanya 131 mayat yang diambil dari laut.

Dari 329 yang tewas, 280 adalah warga Kanada yang bepergian ke India, dan 86 adalah anak-anak. Ini dianggap sebagai pembunuhan massal terburuk dalam sejarah Kanada modern.

Sebagian besar warga Kanada mengakui 23 Juni sebagai hari peringatan kasus terorisme terburuk di negara itu.

Hanya satu orang yang pernah dihukum dalam serangan itu, dia adalah Inderjit Singh Reyat. Warga negara Kanada-Inggris itu sekarang bebas, setelah menjalani hukuman 30 tahun karena perannya dalam kejahatan itu.

Pengacara menuduh selama proses pengadilan bahwa pemboman itu adalah serangan teroris terhadap maskapai pemerintah, sebuah  tindakan balas dendam oleh ekstremis Sikh yang berbasis di Kanada terhadap pemerintah India karena memerintahkan tentara untuk menyerang kuil paling suci Sikhisme, Kuil Emas di Amritsar, pada Juni 1984.

Dua pria lainnya, Ajaib Singh Bagri dan Ripudaman Singh Malik, dibebaskan dari tuduhan pembunuhan dan konspirasi dalam dua pengeboman.

Tersangka yang oleh pihak berwenang Kanada dituduh sebagai dalang dari plot bom, Talwinder Singh Parmar, dibunuh di India oleh polisi.

Para pejabat menyebut para pelaku sebagai "pembunuh anak-anak".

Setiap tahunnya Kanada memperingati perisyiwa itu sebagai Hari Peringatan Nasional untuk Korban Terorisme, 'untuk menghormati mereka dan semua korban serangan teroris'.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya