Berita

Presiden Joe Biden/Net

Dunia

DPR AS Sahkan RUU Pengendalian Senjata, Menunggu Diteken Presiden Joe Biden

SABTU, 25 JUNI 2022 | 07:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada Jumat (24/6) akhirnya meloloskan paket tindakan pengendalian senjata, termasuk persyaratan pemeriksaan latar belakang yang ditingkatkan untuk pembeli yang lebih muda dan pendanaan untuk program kesehatan mental.

Setelah disetujui oleh Senat pada Kamis (23/6), undang-undang tersebut saat ini sedang menuju ke meja Presiden Joe Biden, di mana undang-undang itu diharapkan akan ditandatangani.

Mengutip Reuters, di bawah undang-undang baru, individu berusia 16 tahun atau lebih yang mencoba membeli senjata harus menjalani peninjauan catatan kesehatan mental.


Undang-undang tersebut juga menyediakan dana untuk program perintah perlindungan risiko ekstrem dan tindakan intervensi krisis lainnya, memasok 250 juta dolar AS dalam intervensi kekerasan masyarakat dan inisiatif pencegahan dan100 juta doalr AS untuk memperkuat Sistem Pemeriksaan Latar Belakang Instan Kriminal Nasional.

Ini termasuk apa yang disebut undang-undang “bendera merah” yang mengizinkan pihak berwenang untuk menyita senjata dari orang-orang yang dianggap sebagai ancaman bagi diri mereka sendiri atau orang lain.

Undang-undang terbaru juga mewajibkan individu yang berulang kali membeli dan menjual senjata api untuk mendaftar lisensi senjata api federal dan melakukan pemeriksaan latar belakang pada klien mereka.

Selain itu, RUU tersebut memperluas klinik kesehatan perilaku masyarakat dan layanan telehealth, khususnya layanan kesehatan mental di sekolah, memasok 250 juta dolar AS untuk hibah blok Layanan Kesehatan Mental Komunitas. Hibah ini membantu melatih penyedia layanan primer dan profesional sekolah dan pengasuhan anak dalam perawatan kesehatan mental serta memberikan perawatan bagi individu yang mengalami trauma.

Ada juga dana senilai 1 miliar dolar AS ditujukan untuk mendanai program setelah sekolah, sebelum sekolah dan musim panas, dimana 300 juta dolar AS digunakan untuk melatih siswa dan guru dalam bagaimana mencegah dan menanggapi kekerasan terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.

Anggota parlemen Demokrat telah menuntut undang-undang kontrol senjata yang lebih ketat dalam beberapa pekan terakhir menyusul serangkaian penembakan yang dipublikasikan secara luas, termasuk pembunuhan 19 anak-anak dan dua orang dewasa di Robb Elementary School di Uvalde, Texas.

Di DPR, RUU itu disahkan dengan suara bulat oleh Demokrat, dengan 14 Republikan juga bergabung untuk mendukungnya dengan suara 234 berbanding 193. Senat melihatnya lulus 65-ke-33, dengan 15 Partai Republik bergabung dengan semua Demokrat.

Namun demikian, Organisasi Senapan Nasional mengecam RUU itu awal pekan ini, menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima, dengan alasan tindakan di dalamnya dapat disalahgunakan untuk membatasi pembelian senjata yang sah, melanggar hak-hak orang Amerika yang taat hukum, dan menggunakan dolar federal untuk mendanai tindakan pengendalian senjata yang diadopsi oleh politisi negara bagian dan lokal.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya