Berita

Ketua DPP PPP Rendhika D Harsono (tengah) saat berusaha bubarkan massa aksi di depan Kantor DPP PPP/RMOL

Politik

Pendekatan Persuasif, Ketua AMK Berhasil Bubarkan Massa yang Demo Ketum PPP

JUMAT, 24 JUNI 2022 | 22:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi unjuk rasa digelar kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tergabung dalam Front Kader Penyelamat PPP  di depan kantor partai berlambang Kabah tersebut di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/6).

Aksi ini didasari atas rasa tidak puas atas kepemimpinan Ketua Umum Suharso Monoarfa.

Ketua Umum Pengurus Nasional Angkatan Muda Kabah (AMK) yang juga Ketua DPP PPP Rendhika D Harsono, ditemani Sekjen AMK Ainul Yaqin menyempatkan diri menemui massa aksi.


"Sebenarnya saya dan Sekjen datang ke DPP PPP untuk menghadiri Haul H. Maimoen Zubair. Melihat ada demo, saya menyempatkan diri menemui massa pengunjuk rasa," kata Rendhika.

Meski sempat diwarnai dengan ketegangan, Rendhika menggunakan pendekatan persuasif kepada massa aksi, hingga akhirnya dengan cara berdialog dengan koordinator lapangan aksi, H. Mubari.

Usai mendengarkan aspirasi, dia memeluk Mubari, kemudian massa membubarkan diri.

Rendhika mengatakan, aksi unjuk rasa seperti ini merupakan hal biasa terjadi dalam setiap organisasi partai. Katanya, massa aksi itu juga kader PPP dan setiap kader adalah saudara yang sebaiknya didengarkan pernyataan yang akan disampaikan.

"Dinamika-dinamika seperti ini pasti akan ada dan mungkin hanya perlu mendapat atensi dari pimpinan DPP PPP," Rendhika.

Sementara itu, Sekjen AMK Ainul Yaqin mengatakan, setiap kader memiliki hak untuk menyuarakan aspirasinya dengan catatan hal itu untuk kebaikan dan kemajuan PPP.

"Sikap tabayyun harus selalu dikedepankan agar semua persoalan bisa dicarikan solusi untuk kemaslahatan bersama," kata Ainul.

Kehadiran AMK dalam aksi ini jadi catatan kecil dari perjuangan kader maupun konsolidasi menatap Pemilu 2024.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya